oleh

Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Air Bersih

OELAMASI – Hujan deras disertai badai meyebabkan banjir yang melanda sebagian besar daerah Kupang Timur, membuat warga menderita kerugian material. Pasalnya rumah-rumah warga banyak yang digenangi air setinggi satu hingga dua meter. Perabotan rumah tangga macam lemari, kasur dan stok makanan terendam air.

Mereka mengalami kesulitan mendapatkan suplay air bersih akibat sumur air minum yang jadi andalan tertutup lumpur. Sementara air dari kali masih berwarna kecoklatan dan sangat deras arusnya. Untuk makan warga saling membantu diantara mereka atau diberikan keluarga yang tak terkena banjir.

Seperti yang dialami Paulus Mbura, warga dusun III Desa Pukdale, yang rumahnya cuma belasan meter dari kali Felakdale mengatakan kepada kupangterkini.com Minggu (4/4/21) bahwa, banjir yang terjadi mulai pukul 21.00 – 03.00 Wita, Sabtu malam membaut rumahnya terendam. Ketinggian air mencapat dua meter dan nyaris menutup rumah nya.

‘’Kami sekeluarga dan juga beberapa warga mengungsi ke Gereja Mispa, Pukdale. Karena air sangat deras dan sangat membahayakan,” jelasnya.

Ketika kembali ke rumah pagi hari, barang-barang banyak yang hanyut dibawa banjir. Padi, beras, ternak, ikan lele yang ada di kolam sebanyak 1000 ekor ludes diterjang banjir.

‘’Perabot rumah tangga kami tak ada yang tersisa. Semuanya sudah dibawa banjir, entah kemana,” keluhnya.

Sejak Sabtu (3/4/21) warga yang mengungsi ke gereja sudah terisolir di tempat itu. Akses jalan menuju rumah untuk menyelamatkan barang berharga miliknya tak dapat diselamatkan.

Akses jalan semuanya tertutup banjir, tidak ada yang bisa masuk maupun keluar. Arus air yang deras, disertai hujan dan anggin membuat warga memilih berdiam di tempat mengungsi untuk menyelamatkan diri.

‘’Kami sudah meminta bantuan tim Basarnas namun hingga saat ini belum ada tanggapan. Mungkin juga harus menangani di tempat lain,’’ ujarnya.

Baca Juga :   Tujuh Tahun Menghilang, Ditemukan Tersisa Tengkorak

Mereka berharap pemerintah kabupaten Kupang cepat turun ke lokasi bencana dan melihat keadaan warga yang terkena musibah ini. ‘’Sehingga bisa mencarikan solusi dan memberikan bantuan makanan, minuman atau apapun itu kami sangat membutuhkan karena memang semua warga disini kesulitan,” harap Paulus.

Saat ini warga mulai membersihkan lumpur yang menumpuk di dalam rumah. Namun tetap saja masih khawatir adanya banjir susulan karena hujan masih deras dan volume air di kali juga kian bertambah.

yandry imelson/kupangterkini.com

Komentar