Peringati Hari Buruh, Yayasan Cahaya Timur Kasih Gelar Kerja Bakti di SPPG Babau

Berita Kota64 Dilihat

KUPANG TIMUR – Momen hari libur nasional dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional dimanfaatkan dengan positif oleh masyarakat dan relawan di wilayah Kecamatan Kupang Timur.

Yayasan Cahaya Timur Kasih menggelar kegiatan bakti sosial berupa senam kebugaran dan pembersihan lingkungan di SPPG Babau 2 (1/5).

Suasana ceria dan semangat kebersamaan terasa kental dalam kegiatan ini. Puluhan relawan yang berkumpul tidak hanya berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga bahu-membahu membersihkan lingkungan sekitar agar tetap asri dan nyaman.

Sinergi Tiga Dapur

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dari tiga titik “Dapur” yang berada di naungan Yayasan Cahaya Timur Kasih se-Kecamatan Kupang Timur.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Sudah 3.093 Orang Sembuh

Pengumpulan massa dan aksi nyata ini menjadi bukti kekompakan serta kepedulian sosial yang tinggi dari para relawan.

“Kami mengumpulkan tiga dapur di Kecamatan Kupang Timur untuk melakukan pembersihan lingkungan di SPPG Babau,” ujar Piterson Lay, pendiri Yayasan Cahaya Timur Kasih, saat ditemui kupangterkini.com.

Agenda Lanjutan

Antusiasme yang tinggi ini tidak berhenti di satu titik saja. Yayasan juga telah menjadwalkan kegiatan serupa untuk dilaksanakan di lokasi lainnya guna menyebarkan semangat gotong royong.

Rencananya, ketiga dapur ini akan kembali berkumpul untuk melakukan kegiatan yang sama di:

Baca Juga :  Sebanyak 163 KK di Oebufu Tak Miliki Rumah Lagi

– SPPG Babau 1
– SPPG Naibonat

Semangat Hari Buruh

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk peringatan Hari Buruh yang berbeda namun bermakna. Alih-alih hanya unjuk rasa, para relawan memilih mengisi hari libur dengan kegiatan produktif yang bermanfaat bagi tubuh dan lingkungan, serta mempererat tali persaudaraan antarwarga.

“Hari ini juga sekaligus memperingati hari buruh untuk mengumpulkan semua relawan,” tambah Piterson.

Perlu diketahui, Hari Buruh yang diperingati setiap 1 Mei berawal dari perjuangan kaum pekerja pada abad ke-19. Berakar dari aksi mogok massal di Chicago, Amerika Serikat pada tahun 1886, di mana para buruh menuntut batas jam kerja manusiawi, yaitu 8 jam sehari, setelah sebelumnya dipaksa bekerja lebih dari 12 jam dengan upah yang rendah dan kondisi yang berat.

Baca Juga :  Aliansi Pencari Keadilan Temukan 41 Kejanggalan Kasus Penkase

Peristiwa tragis yang terjadi kala itu menjadi pengingat perjuangan mereka. Kemudian pada tahun 1889, Kongres Buruh Internasional menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional, yang kini diperingati di berbagai negara sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan hak-hak para pekerja di seluruh dunia.

laporan : yandry imelson

Komentar