oleh

Petani Fatumnasi Tanam 400 Anakan Apel

FATUMNASI – Tanaman buah Apel dulunya pernah menjadi primadona di pulau Timor. Namun karena kurangnya perhatian akhirnya apel punah. Hal ini yang menggerakkan kelompok tani Agape untuk kembali membudidayakan tanaman apel di daerah mereka.

Kepada kupangterkini.com Selasa (30/03/21) ketua kelompok tani Agape, Aser Taklale menjelaskan bahwa, tanaman apel ini dulunya menjadi sumber penghasilan utama di desa Fatumnasi, Kecamatan Fatumnasi Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS). “Namun karena kurangnya perhatian sehingga akhirnya tanaman apel punah,” jelasnya.

Karena hal tersebut, saat ini ada 26 orang anggota kelompok tani Agape, bekerjasama dengan dinas pertanian untuk kembali membudidayakan apel. “Awalnya kami diberi bantuan bibit apel sebanyak 400 anakan yang sudah ditanam dan sekarang berusia enam bulan,” lanjut Aser.

Menurut informasi, apel yang dibudidayakan ini masih apel hutan. Namun nantinya dari pihak penyuluh pertanian lapangan (PPL) kecamatan akan menyambung dengan apel jenis lain.

Untuk saat ini lahan yang terpakai sementara baru 1,5 hektar, yang rencananya akan ditambah lagi. “Untuk pengairan kami memakai sumur bor yang ada disini dan juga dengan mengandalkan curah hujan, karena sekarang curah hujan juga masih bagus,” rincinya.

Harapan kelompok ini ke depan tanaman apel yang baru berumur enam bulan ini dapat berbuah dengan baik dan berkelanjutan. Sehingga dapat menjadi sumber penghasilan bagi petani Fatumnasi dan TTS secara umum.

“Kami juga membudidayakan beberapa tanaman hortikultura, seperti wortel dan jeruk. Jadi lahan yang ada benar-benar dimanfaatkan tanpa ada yang dibiarkan kosong kosong,” jelas Aser.

yandry imelson/kupangterkini.com

Baca Juga :   Ternyata Pulang Kampung Bareng Pujaan Hati

Komentar