oleh

Surat dari Moskow, Setahun Bersama Hadapi Pandemi

HARI ini genap setahun Kampanye #мывместе (#KamiBersama) dilakukan di Russia, bertepatan dengan lockdown hari pertama. Hari ini pula, dapat berita dari Web Warouw bahwa BPOM menolak beri ijin uji klinis fase ke-2 untuk Vaksin Nusantara.

Ini salah satu pembicaraanku dengan Faisol Riza di food court #охотныйряд Sabtu, pekan lalu. Ada tiga perbedaan antara Indonesia – Russia.

Pertama, penduduk Russia jumlahnya hanya setengah dari Indonesia. Dengan jumlah yang hanya 140 juta, Russia cepat tanggap dan sigap mengatasi pandemi, tak ada yang bercanda, tak juga debat kusir di antara elitnya. Tingkat kepatuhan publik juga tinggi.

Kedua, sampai kini, Russia telah mendaftarkan tiga jenis vaksin Covid-19. Semuanya buatan dalam negeri, dari lembaga yang berbeda. Vaksin Sputnik V, Sputnik Light, Sputnik Nasal oleh Institute Gamaleya. Vaksin EpivacCorona oleh Vektor Rospotrebnadzor.

Dan Vaksin CoviVac oleh Chumakov Center. Menilik perkembangan di Russia, maka pertanyaan ke mana para ahli virus, ahli kesehatan kita (Indonesia), tidaklah mudah untuk dijawab.

Ketiga, data di Russia yang integral. Data Relawan #мывместе mencatat hal detil, misalnya Dmitry Bazhenov adalah relawan dengan jarak tempuh terjauh yakni 200Km, 23.000 langkah. Atau Andrey Afanasyev yang membawa makanan 80 kg untuk sebuah keluarga dengan ibu diffabel.

Andrey tercatat sebagai pengangkut terberat dalam sekali pengantaran bantuan. Bagaimana dengan pencatatan selama pandemi di Indonesia? Hari ini di Russia muncul tagar #МыВместеСпасибо yang artinya #KamiBersamaTerimaKasih.

Mengutip kata Sergey Sobyanin, walikota Moskow, “Kesimpulan utama dari pandemi ini bahwa kita semua siap bersatu menghadapi ancaman, dan sekali lagi menunjukkan bahwa Moskow adalah ibukota dari orang-orang baik yang penuh perhatian.”

Hari ini di Russia muncul tagar #МыВместеСпасибо yang artinya #KamiBersamaTerimaKasih. Mengutip kata Sergey Sobyanin, Walikota Moskow, “Kesimpulan utama dari pandemi ini bahwa kita semua siap bersatu menghadapi ancaman, dan sekali lagi menunjukkan bahwa Moskow adalah ibukota dari orang-orang baik yang penuh perhatian.”

Baca Juga :   Dosen, Mahasiswa dan Tridharma Perguruan Tinggi

joaquim rohi/kupangterkini.com

Komentar