oleh

Derlin Sae, Diusir Dari Sekolah Imbas Kasus Besipae

KUPANG – Merasa prihatin dengan kondisi warga Besipae, kabupaten TTS yang digusir rumahnya oleh pemerintah provinsi NTT, ormas Garuda Kupang mengunjungi warga daerah tersebut dan memberikan bantuan berupa sembako. Selain tidak mempunyai rumah untuk berteduh, ada kisah yang cukup menarik dari Besipae.

Kisah yang cukup memprihatinkan dialami Derlin Herlina Sae, seorang siswi SPM yang tidak dapat melanjutkan sekolah akibat kisruh Besipae. Ia disuruh berhenti dari sekolahnya, SMP Kristen Panite tanpa alasan yang jelas .

Menurut pengakuan Derlin, gurunya sendiri FK yang menyuruhnya untuk tidak bersekolah lagi sehingga ia tidak bisa mengikuti ujian sekolah. Derlin mengaku sudah dua tahun ia tidak bersekolah dan sudah tidak ingin bersekolah lagi.

“Sekarang tidak sekolah lagi, diusir dari ibu guru dong. Mulai kasus Besipae (dua tahun silam),” ungkap Derlin.

Mex Sinlae, ketua ormas Garuda Kupang NTT yang bertemu dengan Derlin menyatakan hal yang dilakukan oleh guru tersebut sangat tidak sesuai. “Mereka ini adalah generasi penerus bangsa, sampai hati kalian (merujuk guru tersebut) merusak cita – cita anak bangsa,” ujarnya.

Untuk itu, Mex meminta agar dinas terkait dapat memperhatikan masalah yang dialami oleh Derlin. “Saya minta hal ini diperhatikan oleh dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT khususnya dinas Pendidikan kabupaten TTS, anggota DPRD TTS, komisi yang membidangi pendidikan tolong diperhatikan hal ini karena kami akan bersuara terus,” tegasnya.

Mex menambahkan bahwa permasalahan Besipae ini berimbas pada generasi penerus bangsa. “Mereka merasa trauma, ketakutan dan dapat intimidasi dari sekolah itu sendiri,” tandasnya.

laporan : yandry imelson

Baca Juga :   Polisi Pemukul Warga Sabu, Diperiksa Paminal Polda
Baca Juga :   Temannya Terus Mengirimi Bunga ke Pusara

Komentar