oleh

Warga Butuh Dapur Umum dan Tenda Darurat

OELAMASI – Badai serta banjir yang menimpa NTT sudah reda sejak Senin (5/4/21) lalu. Namun menyisakan masalah besar bagi warga kabupaten Kupang. Warga merasa pemerintah kabupaten seakan menutup mata dengan keadaan mereka.

Berdasarkan pantauan kupangterkini.com Selasa (6/4/21) warga yang terdampak bencana tersebut memblokir Jalan Timor Raya sekitar pukul 09.00 Wita. Sudah tiga hari sejak bencana melanda namun pemerintah tidak hadir.
‘’Kami dihimbau mengungsi ke titik-titik pengungsian oleh aparat kepolisian tetapi tidak ada yang memberi makan, di mana pemerintah,”ujar seorang warga yang hadir.

Dimana pemerintah, dimana dinas sosial yang harusnya melihat warga yang ada di tempat pengungsian. Mereka kehilangan rumah serta semua yang mereka miliki dan perhatian pemerintah juga tak ada.

‘’Kami memblokir jalan ini sebagai bentuk protes terhadap pemerintah kabupaten. Kami tidak ingin membuat masalah ataupun tindakan anarkis, hanya ingin pemerintah hadir dan mendengar pengeluhan kami para warga,”tambah warga lainnya.

Saat warga memblokir jalan tersebut, Sekda kabupaten Kupang Obet Laha yang hendak berkantor di Oelamasi pun turun dari mobilnya serta mendengarkan keluhan mereka. Dia berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan warga paling lama akan direalisasikan pukul 13.00 Wita.

Warga hanya meminta ada tenda darurut serta dapur umum agar yang terdampak banjir bisa terpenuhi kebutuhan makan dan minumnya. Setelah menunggu hingga waktu yang dijanjikan belum juga terealisasi, warga kembali memblokir jalan, hingga akhirnya Bupati Kupang, K Masneno yang juga sedang meninjau lokasi yang terdampak bencana hadir di tengah warga.

Saat itu juga bupati langsung memerintahkan dinas sosial agar langsung segera mendirikan dapur umum serta tenda darurat bagi warga. Baru jalan penghubung kota Kupang dan daerah sekitar dibuka kembali.

Baca Juga :   Guru SMAN Oesao, Kupang Timur Reaktif Covid-19

yandry imelson/kupangterkini.com

Komentar