oleh

Jenazah yang Sempat Diperebutkan, Langsung Dikuburkan

OELAMASI – Jenazah Almarhumah Ria Riani Feoh, 7, telah dikebumikan pagi tadi (3/8) pukul 08.00 Wita, ia meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Oebelo, Kabupaten Kupang yang sebelumnya divonis positif Covid – 19. Namun ada cerita dibalik kejadian menggemparkan tersebut yang disampaikan pihak keluarga.

Ayah almarhumah, bapak Yunus Feoh menceritakan kepada kupangterkini.com Selasa (3/8/21) tentang kepergian anaknya di tenda duka. “Saya berani bertaruh nyawa, berani masuk penjara, dimanapun anak saya dikuburkan akan saya ambil kembali,” tegasnya.

Ia menyatakan anaknya meninggal karena ditabrak mobil bukan karena Covid – 19. “Kalau bapak – bapak mau tanggung jawab silahkan bawa anak saya, dia ditabrak mobil dan meninggal, saya tidak pernah mau dia dikubur di tempat lain,” lanjutnya.

Saat anaknya ditabrak mobil menurut Yunus sudah tidak tertolong lagi. “Waktu Kakaknya menggendong anak saya kondisinya sudah kritis, rusuknya juga patah semua,” ucapnya dengan nada sendu.

Ia mengatakan bahwa, almarhumah sangat dekat dengannya, kemanapun bersamanya. “Kemarin saat melihat keadaan anak saya, ingin rasanya mobil tersebut saya bakat, namun saya menerima semuanya dengan lapang dada,” lanjutnya.

Sementara itu, kakak ipar almarhumah, Albert Sole, menambahkan bahwa adiknya sudah kritis saat dibawah kerumah sakit. “Kenapa harus di test lagi, swab habis adik saya sudah meninggal,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa keluarga tidak menerima dengan vonis adiknya positif Covid – 19. “Menurut dokter itu peraturan rumah sakit, namun kami tidak terima, adik saya kenapa divonis seperti itu, dia ditabrak di jalan raya dan tidak lama meninggal,” lanjutnya.

Ia mengatakan waktu kemarin pihak keluarga berunding dengan satgas kabupaten dan pemakaman dilaksanakan hari ini. “Memang kami pihak keluarga bersepakat dikuburkan di samping rumah karena jelas ia meninggal karena kecelakaan,” tegasnya.

Albert juga menambahkan bahwa, pagi tadi sebelum pemakaman sempat hampir bentrok dengan tim satgas kabupaten. “Kami mengusir mereka jauh, jangan mendekati lubang kubur, karena kami tidak mau, kecuali adik saya ini sakit – sakitan, tapi murni kecelakaan, mas itu divonis Korona,” tandasnya.

laporan : yandry imelson

Baca Juga :   Pasien Covid-19 yang Sudah Sembuh 1,2 Juta Orang
Baca Juga :   Terseret Banjir, Ditemukan Tidak Bernyawa

Komentar