oleh

Lahan Diserobot, Petani Olifeo Melapor Ke Polres Kupang

OELAMASI – Permasalahan petani Airbauk Olifeo, Kelurahan Babau, Kabupaten Kupang, tampaknya makin panjang urusannya. Para petani yang tanahnya diserobot telah melaporkan tindakan tersebut kepada pihak berwajib.

Lens Marhens Hans, ketua tani Olifeo menjelaskan kepada kupangterkini.com bahwa, tanah yang mereka dapatkan ini merupakan program presiden Jokowi. “Kemudian tanah ini di klaim dan mereka mengatakan bahwa ini merupakan tanah orang tua mereka, ini bukan tanah milik mereka bersaudara, ini pemberian presiden kepada kami masyarakat,” jelasnya.

Ia mengatakan sudah melapor kepada pihak polres Kupang. “Pihak keamanan sudah turun ke lokasi untuk melihat kegiatan mereka, namun tidak ada sikap untuk menghentikan kegiatan para penyerobot tersebut, jadi kami 74 orang petani datang untuk mempersiapkan lahan kami,” lanjutnya.

Louis Maakh, yang juga pemilik lahan di lokasi tersebut menambahkan bahwa, ini kegiatan petani mengolah lahannya sesuai hak kepemilikan. “Entah dasarnya apa, mereka tidak taat aturan dengan mengklaim lahan ini miliknya,” ujarnya.

Petani terganggu dengan adanya papan yang mana mengklaim bahwa lahan tersebut milik yang bersangkutan. “Mereka sudah kami laporkan ke polres Kupang terkait pasal penyerobotan ini, namun belum ada kepastian perkembangannya seperti apa,” lanjutnya.

Sehingga para petani merasa bahwa mereka juga harus mempertahankan hak milik mereka di lokasi Olifeo ini. “Sementara kami menunggu sampai kapan pelaku penyerobotan ini menggugat secara hukum kami siap menghadapi, kalau memang merasa ini lahan mereka,” tandasnya.

Di lokasi lahan tersebut, memang terlihat aktivitas yang sudah dilakukan para penyerobot, sudah ada dua buah sumur bor yang di kerjakan. “Setau kami mungkin sekitar 20 buah sumur bor yang akan di buat di lokasi ini, jelas salah seorang pekerja pihak penyerobot.

Baca Juga :   Sempat Hilang, Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Mereka mengatakan tidak mengetahui permasalahan di lokasi tersebut. “Kami hanya bekerja mengikuti arahan bos kami tanpa mengetahui permasalahan terkait penyerobotan,” jelas pekerja tersebut.

Dilokasi juga terlihat Ferdy Costanji Maakh beserta adiknya tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Mereka tetap bekerja dan mengawasi para pekerja di lokasi tersebut.

laporan : yandry imelson

Komentar