oleh

Restorasi Nasdem Sedang Berjalan

KUPANG – Satu dekade sudah partai Nasdem hadir mewarnai kancah perpolitikan di Indonesia. Kader muda partai yang didirikan sejak 26 Juli 2011 menjelaskan gerakan – gerakan perubahan yang dilakukan khususnya di Kota Kupang serta awal mula ia bergabung dengan partai berideologi Pancasila, Nasionalisme serta Sekularisme tersebut.

Yuvensius Tukung, anggota DPRD kota Kupang sekaligus ketua Fraksi Nasdem tersebut mengatakan ia sangat bersyukur dan berterimakasih diberi ruang menjadi bagian dari perjalanan satu dekade partai Nasdem. “Partai Nasdem menjadi partai yang terbuka bagi anak muda, saya bertugas membangun partai melalui organisasi sayap liga mahasiswa Nasdem,” ujarnya kepada kupangterkini.com saat ditemui dikediamannya Selasa (16/11/21).

Secara konstitusi, banyak anak muda yang diberi ruang dan diberikan opsi untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR maupun kepala daerah. “Tidak bisa dibayangkan waktu itu kalau bukan skema tanpa mahar yang dijalankan Nasdem, saya tidak mungkin lolos menjadi caleg, karena itu merupakan transisi saya dari mahasiswa, kemudian bermodalkan status ketua liga mahasiswa Nasdem,” ucapnya.

Ia melanjutkan bahwa, dalam semangat restorasi, Nasdem sudah menunjukkan komitmen dengan kontinuitas proses liga mahasiswa serta ditindaklanjuti dengan akademi bela negara. “Sudah beberapa tahun berjalan yang didalamnya ada proses empat hingga lima bulan dikarantina dan disuguhi dengan materi politik, kepemimpinan, pembangunan serta advokasi – advokasi persoalan dalam masyarakat yang kemudian diberikan otoritas lebih untuk menjadi fungsionaris partai di tingkat wilayah masing – masing,” tambahnya.

Menurutnya, hal ini jarang ditemukan pada partai lain, hal ini dikatakan Yuven bukan karena ia berada di Partai Nasdem. “Saya katakan karena Nasdem telah melakukan hal – hal yang luar biasa kaitan dengan pemenuhan hak politik bagi pemuda,” lanjutnya.

Selanjutnya, Yuven mengatakan bahwa kebebasan itu benar – benar ada ditubuh partai, anak muda diberikan tempat yang luas untuk berekspresi. “Selain itu, didalam ruang ekspresi yang luas ini tidak ada tekanan, tidak ada intervensi, yang paling penting sejalan dengan platform partai, yaitu bingkai semangat restorasi itu sendiri,” jelasnya.

Sebagai anggota DPRD yang juga dimandatkan menjadi ketua fraksi ia merasakan kebebasan serta kemerdekaan yang diberikan. “Tentunya kebebasan yang tidak kebablasan, tetapi nafasnya adalah nafas restorasi, kemudian kami juga terua dipantau partai secara terstruktur dan terjadwal sehingga tetap konsisten memastikan setiap kader berjalan sesuai dengan platform partai,” tambah Yuven.

Selain hal tersebut, Yuven menambahkan bahwa gagasan politik tanpa syarat itu digagas oleh partai Nasdem. “Kemudian menjadi konstruksi koalisi pilpres 2014, yang mana yang menawarkan itu semangatnya datang dari Nasdem, tanpa syarat, tanpa kontrakpolitik jadi konsep politik baru,” ujarnya.

Ia juga menjadi saksi hidup bagaimana partai Nasdem memfasilitasi putra – putri terbaik daerah tanpa ada beban. “Saya bisa jamin, pasca menjadi kepala daerah tidak akan disandera oleh Nasdem, sama seperti kami di DPRD tidak diintervensi secara khusus,” terangnya.

Ia juga menegaskan bahwa Nasdem juga menjadi naungan bagi anak muda serta pro perempuan. “Jauh sebelum kita bicara milenial, saya kira Nasdem sudah mendahului itu, oleh karena itu, marilah para pemuda – pemudi berpolitik bukan hal tabu, partai Nasdem terbuka, mari bergabung bersama Nasdem,” ajaknya.

Banyak ruang – ruang yang bisa dimanfaatkan serta berbagai disiplin ilmu yang diberikan. “Ada ruang liga Nasdem, teman – teman hukum bisa masuk di badan hukum dan advokasi, bisa juga di petani Nasdem serta akademi bela negara, diauguhi dengan pemateri – pemateri hebat, baik ilmu politik, pembangunan, hukum, ekonomi serta lain sebagainya, saya yakin Nasdem akan menjadi besar dalam 15 hingga 20 tahun yang akan datang,” ucapnya optimis.

Ia juga berharap masyarakat memberikan ruang dan kesempatan untuk dapat membuktikan komitmen dan konsistensi partai Nasdem. “Karena itu kami berharap ruang dan kesempatan untuk membuktikan kami berjuang untuk rakyat,” tegasnya.

Disinggung perubahan apa yang sudah berjalan maupun dilakukan terkait satu dekade berkiprah di dunia politik bersama Nasdem, Yuven menyatakan bahwa itu hanya bisa dijawab dengan mengukur atau mengevaluasi kepemimpinan. “Karena, tentu kita pilah peran partai tidak sama dengan peran pemerintah daerah, partai sangat terbatas otoritasnya, dia hanya sebagai sarana menyiapkan kader – kader, Nasdem juga baru diberi kesempatan menjadi kepala daerah dalam tempo relatif singkat, nanti setelah lima hingga sepukuh tahun baru bisa kita menilai perubahannya,” ucapnya.

Menurutnya, proses restorasi bukan perkara semudah membalikkan telapak tangan ataupun satu hingga dua hari. “Apalagi sama dengan kita bicara revolusi mental, tidak semudah kita gaungkan tau wacanakan, ini kita masih dalam perjalanan menuju kesitu,” ungkapnya.

Apa yang berubah menurut Yuven yaitu hal – hal yang sudah dipraktekkan oleh Nasdem. “Kemudian mau diukur apa yang berubah, kalau dihitung dari sisi kekuasaan sebagai kader murni Nasdem belum memasuki satu dekade, namun semangat yang digelorakan dengan program kebijakan seperti NTT Bangkit – NTT Sejahtra, itu merupakan salah satu poin penting dan sedang berjalan kearah sana,” lanjutnya.

Kader partai yang bergabung dengan partai sejak awal berdiri tersebut juga mengatakan bahwa, ia tetap komitmen menjadi kader setia di partai Nasdem. “Untuk target, saya sampai hari ini belum bicara kemana – mana namun setiap orang punya mimpi, kita ingin selalu ada tantangan dan ruang yang baru tetapi biarkan waktu yang yang menjawab karena saya masih punya tanggung jawab sebagai anggota DPRD kota Kupang,” ucapnya.

Saat ditanyakan apakah dirinya siap jika nantinya partai mendorongnya maju sebagai kepala daerah, ia katakan bahwa sangat siap. “Mengutip perkataan Ahok, seorang politisi tidak berpikir duduk di istana itu bukan politisi, saya harus jujur bahwa ruang perubahan itu tidak cukup dari ruang legislatif, kalau kesempatan itu datang kenapa tidak, eksekutif itu menjadi bagian obsesi kita untuk bisa berbuat lebih banyak hal bagi masyarakat, kita tunggu saja semuanya berjalan,” lanjutnya.

Yuven juga mengatakan bahwa saat ini dirinya masih fokus tuntaskan tanggungjawab yang ada. “Menurut saya belum waktunya kita bicara jauh kedepan, karena waktunya masih panjang,” tambahnya.

Selanjutnya, ketika disinggung apasaja perubahan yang terjadi di kota Kupang dengan pemimpin yang sekarang, Yuven mengatakan bahwa, ada perubahan yang signifikan dari segi tata kota yang tidak bisa menafikkan hal tersebut. “Tetapi ada aspek – aspek lain menurut kita, menurut Nasdem juga tetap menjadi catatan di waktu sisa kepemimpinan walikota saat ini, apalagi erat kaitannya dengan bencana seroja, virus korona, stunting yang sangat tinggi menurut saya itu pekerjaan rumah yang harus dipikirkan di sisa waktu kepemimpinan beliau,” ucapnya.

Yuven juga mengatakan bahwa pemerintah sudah seharusnya hadir ditengah masyarakat untuk bisa secepatnya menyesuaikan diri dalam perkembangan zaman. “Misalnya sarana – prasarana serta sumber daya manusianya harus ditingkatkan dan diperhatikan,” tegasnya.

Terakhir, saat ditanyakan berapa nilai bagi kepemimpinan di kota Kupang saat ini dari skala 1 hingga 10 ia tidak mau berkomentar. “Biar masyarakat yang menilai dan menyimpulkan saja, karena kita harus mengikuti apa kata rakyat,” tandasnya.

laporan : yandry imelson

Baca Juga :   Sudah 171 Orang Meninggal Karena Covid-19
Baca Juga :   Demokrat NTT Menentang Keras KLB Deli Serdang

Komentar

Berita Terbaru