oleh

Gereja Naibonat Memberi Makan 618 KK Saban Hari

OELAMASI – Saat badai siklon serta banjir bandang melanda, Kelurahan Naibonat, yang berada di wilayah Kabupaten Kupang juga terdampak parah. Daerah tersebut dilanda dua kali banjir bandang yaitu Minggu dan Senin, (4-5/4) dan arus air membawa serta puluhan rumah.

Pendeta Jemaat GMIT Elim Naibonat, Daud Tari kepada kupangterkini.com Sabtu (10/4/21) menjelaskan bahwa, banjir yang melanda wilayah itu dua kali. “Awalnya tidak terlalu parah, yang parahnya itu satu hari setelahnya yakni, Senin (5/4) subuh,”jelasnya.

Sejak awal bencana menimpa belum juga ada bantuan apapun. Hanya warga yang saling membantu. Terutama air besih dan makanan. Karena hal tersebut warga menutup akses jalan Selasa (6/4) pagi dengan tujuan pemerintah datang dan melihat kondisi mereka. “Tujuan kami bukan untuk mengganggu siapapun serta bertindak anarkis, kami hanya ingin bertemu dengan bupati,”jelas Daud.

Akhirnya setelah aksi dilakukan sekitar lima menit, ada anggota wakil rakyat (DPRD) yang datang dan bersepakat untuk membuka jalan. “Ketika itu ada anggota TNI dan Bupati yang terhalang, dari situ beliau berjanji bahwa pukul 16.00 Wita bantuan akan datang,”tambahnya.

Setelah itu kebetulan juga gubernur juga lewat, jadi warga beramai-ramai menghadap. “Saat ditanya gubernur apa yang kami butuhkan, kami mengatakan butuh makan karena sudah tiga hari ini tidak ada bantuan apapun,”lanjut Daud.

Jadi langsung diberikan bantuan saat itu juga. Bantuan berupa beras sebanyak dua ton, 100 dus air mineral serta 100 dus mie instant.

Awalnya ada 500 kepala keluarga yang dilayani, yakni jemaat gereja saja. Namun alkhirnya dibagi juga kepada semua warga yang terdampak di kelurahan Naibonat

‘’Siapa yang lapar dan datang dilayani. Perkiraan kami hanya beberapa saja, ternyata berlanjut hingga saat ini kami sudah melayani 618 KK yang terdampak bencana,’’ rinci Daud Tari.

Baca Juga :   Lambat Tangani Kematian Mahasiswa, Polres Kupang Didemo

yandry imelson/kupangterkini.com

Komentar