oleh

Cocok Dikembangkan Petani Kupang Timur

KUPANG – Buah naga (dragon fruit) merupakan buah yang cukup disukai masyarakat, hal ini memotivasi Ebed Humau pemuda asal kelurahan Merdeka, kecamatan Kupang Timur, kabupaten Kupang untuk membudidayakan buah tersebut di lahan milik keluarganya sejak 2014 silam.

Mulanya dia mendapatkan bibit buah naga tersebut dari saudaranya di Jambi tahun 2014. Berupa stek sebanyak 50 batang dengan panjang masing masing 20 cm.

Stek tersebut kemudian ditanam dalam polybag selama satu bulan. Sambil dia menyiapkan lahan untuk penanaman stek tersebut serta pembuatan tiang penyangga berupa besi yang dicor setinggi 180 cm dengan jarak masing masing tiang dua meter.

Setelah tanaman siap untuk dipupuk dia mengatakan hanya memakai pupuk kandang berupa kotoran sapi. ‘’Namun tahun ini diganti dengan garam laut (garam tambak),’’ ujarnya kepada kupangterkini.com Kamis (25/2/21).

Setiap Pohon diisi 25 kilogram kotoran sapi. Untuk tahun ini dilakukan metode baru dengan pemberian garam tambak, per pohon diberi satu kilogram.

Setelah dua tahun mulai berbuah dan mulai panen dari tahun 2017 hingga sekarang. Awal panen buahnya sekitar 20 hingga 40 buah. Durasi panen dua minggu sekali. Hasilnya dijual secara online lewat media sosial dengan harga Rp 10 ribu per buah.

Menurutnya, menanam buah naga tidak terlalu sulit, hasilnya pun cukup menguntungkan karena biaya yang dikeluarkan untuk perawatan tidak terlalu besar.

Dia mengatakan semoga dengan adanya budidaya buah naga ini dapat menjadi contoh buat petani yang lain untuk bisa membudidayakan tanaman tersebut. Karena selain biaya yang tidak terlalu besar, hasil penjualannya cukup memuaskan.

“Kedepan saya berharap bisa menambah lagi tanaman ini dengan lahan yang lebih besar. Sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih baik lagi,” harapnya.

Baca Juga :   Kuota Belajar Berlanjut, Dana BOS Majemuk Lebih Afirmatif

yandri imelson/kupangterkini.com

Komentar