oleh

Kembangkan Talenta Dengan Tekun dan Fokus

DENPASAR – Setiap hari mahasiswa dapat membuat planing kerja dan membangun investasi diri dengan membaca 3-5 jam. Hal ini diutarakan Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M. Agr saat menjawab pertanyaan dari Sr. Lucia Asa tentang pentingnya planning untuk memulai sebuah usaha ataupun mengawali sebuah kegiatan apapun dalam kesehariannya pada Webinar Mahasiswa Berjiwa Enterpreunership yang digelar Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Agung Kupang bersama Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang, Sabtu (27/2/21).Webinar yang diikuti oleh sekitar 90 peserta itu juga menghadirkan RD. Maxi Un Bria, A. Ag, M. Sos.

Wididana yang lebih akrab dipanggil Pak Oles itu menjelaskan, setiap mahasiswa yang terpanggil dan memiliki minat untuk berwirausaha mesti mengembangkan dalam dirinya mimpi yang besar dengan semangat yang tinggi untuk belajar dan terus belajar serta berlatih untuk mengembangkan talenta yang dimiliki.

‘’Setiap usaha dimulai dari perencanaan dan semangat yang tinggi diiikuti dengan kemampuan untuk belajar baik dari buku-buku maupun dari tokoh-tokoh berpengalaman di bidangnya. Tidak ada usaha yang sukses seketika. Sebuah usaha itu harus membutuhkan perencanaan, kerja keras, strategi, penentuan tujuan dan berani untuk mengambil resiko,’’ tegas Pak Oles.

Melalui kreativitas, inovasi. latihan dan semangat yang besar untuk maju, seseorang akan terfokus pada tujuan yang mau dicapai sehingga tidak akan mengeluh dan putus asa. Bagi Pak Oles mahasiswa mesti banyak belajar, banyak berlatih dan memiliki perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang yang mesti dicapai dalam hidup.

Selain itu, menjawab pertanyaan dari Antonius tentang stragegi bangkit dari kegagalan dalan berusaha, pria yang langsung belajar teknologi EM dari Pro Teruo Higa di Universitas Ryukyus Okinawa, Jepang tersebut menjawab setiap pengusaha mesti berjiwa besar dan belajar untuk bangkit dari kegagalan.

Baca Juga :   Perangi Pandemi, Kolaborasi Menjadi Hal Penting

Bahkan, lelaki asal Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng itu menceriterakan bahwa pernah gagal dalam mengembangkan usaha pupuk namun setelah membuat evaluasi dan studi yang mendalam akhirnya kini dikembangkannya pupuk organik yang memang dibutuhkan masyarakat. Semua itu berhasil dan disukai di pasaran.

Sementara RD Maxi Un Bria, S. Ag, M. Sos pada Webinar yang dipandu Valens Kopong, Spd itu dinilai sangat relevan untuk memberi pencerahan dan motivasi bagi mahasiswa dalam mengembangkan minat berwirausaha, kreatif dan inovatif.

Merespon penjelasan Pak Oles , Rm. Maxi Un Bria, Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Agung Kupang menegaskan, kaum muda hendaknya memperhatikan pesan khalasik Ora et Labora; Berdoa dan Bekerja.

‘’Hendaknya setiap usaha diawali dengan doa dan bahkan bekerja dihayati sebagai sebuah doa yang bakal terkabul. Hendaknya kaum muda mengembangkan talenta dan anugerah yang dimiliki dengan tekun dan fokus mengembangkan usaha yang diminati atau telah dimulai,’’ ujar alumnus

Angkatan 37 Seminari Sta Maria Imaculata Lalian, Atambua, Belu itu.
Pada penghujung seminar sebagian mahasiswa berharap pasca covid-19 mendapat kesempatan untuk belajar dan studi lapangan di perusahaan Group Pak Oles di Bali.

(albert kin ose/kupangterkini.com)

Komentar