Kapal Penumpang Terombang-ambing di Perairan Labuan Bajo, 23 Orang Berhasil Dievakuasi Selamat

Regional59 Dilihat

LABUAN BAJO – Sebuah kapal penumpang bernama KM Hinaya mengalami gangguan mesin dan terombang-ambing di tengah gelombang tinggi di perairan antara Pulau Batu Tiga dan Pulau Siaba, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu sore. Berkat respon cepat dan sinergi tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan serta potensi SAR setempat, seluruh 23 penumpang di dalamnya berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat.

Kejadian bermula saat KM Hinaya berangkat dari Pelabuhan Komodo menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo sekitar pukul 14.00 Wita. Di tengah perjalanan, mesin kapal tiba-tiba mati dan tidak bisa dinyalakan kembali.

Posisi kapal yang tidak berdaya itu kemudian dihantam gelombang tinggi, membuatnya terus terombang-ambing di perairan terbuka. Informasi mengenai kejadian ini segera diterima oleh Pusat Komunikasi (Kom Center) Kantor SAR Maumere.

Mendapatkan laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian. Namun, di tengah perjalanan, tim menerima kabar baik dari Potensi SAR PT Palma Hijau Cemerlang (PHC) bahwa upaya pertolongan sudah berjalan.

Sebanyak 8 orang penumpang lebih dulu diangkat dan diselamatkan menggunakan kapal karet milik Tim PHC. Tidak lama kemudian, 12 penumpang lainnya dibawa ke tempat aman oleh awak Kapal Raja Manta yang kebetulan sedang berlayar di sekitar lokasi kejadian dan merespons panggilan bahaya.

Baca Juga :  Natal Bicara Melalui Simbol Kesederhanaan Jemaat GMIT Ebenhaezer Tarus Barat

Seluruh penumpang yang diselamatkan kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Komodo tanpa ada laporan korban luka maupun hilang. Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus Koordinator Misi SAR, Fathur Rahman, mengapresiasi kerja sama yang terjalin apik antar pihak.

Menurutnya, keberhasilan operasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemanusiaan menjadi dasar utama setiap upaya pertolongan di wilayah Labuan Bajo. Respon cepat dari potensi SAR, baik Tim PHC maupun awak Kapal Raja Manta, menjadi kunci keberhasilan menyelamatkan seluruh nyawa di atas kapal.

Baca Juga :  Berniat Kabur, Terdakwa Mega Korupsi Diringkus

“Sinergitas ini harus terus dijaga, baik antara Tim SAR Gabungan maupun seluruh elemen potensi SAR yang ada. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu mematuhi aturan dan standar keselamatan dalam setiap perjalanan pelayaran,” ujar Fathur.

Ia berharap, kepekaan dan kepedulian antar sesama yang ditunjukkan dalam insiden ini dapat terus terpelihara. Sehingga, setiap kali ada keadaan darurat di laut, pertolongan bisa tiba secepat mungkin demi keselamatan nyawa manusia.

laporan : yandry imelson

Komentar