Fransisco Bessi Bongkar Modus Kejam Lika Liku NTT: Fitnah Lalu Minta Uang, Tak Bayar Dihajar Terus

Hukum & Kriminal302 Dilihat

KUPANG – Kasus pemberitaan miring yang menyeret nama Kajari Kabupaten Kupang, Yupiter Selan SH, MHum dengan staffnya di akun media sosial TikTok dengan nama pengguna Lika Liku NTT serta beberapa media sosial lainnya, kini mulai terungkap faktanya. Pihaknya memastikan informasi yang beredar tersebut sama sekali tidak benar.

Menurut penasehat hukum Yupiter Selan, Fransisco Bessi SH, MH kepada kupangterkini.com Senin (13/4/26) bahwa proses hukum saat ini sudah berjalan. Pihak kepolisian telah memeriksa kurang lebih 4 orang saksi, dan semuanya adalah saksi dari pihak korban.

“Yang pertama, saksi-saksi sudah diperiksa kurang lebih hampir 4 orang dan itu semua saksi dari kita selaku korban. Baik Pak Kejari sendiri maupun Ibu Ella yang diisukan dengan beliau, bahkan suaminya, itu sama sekali tidak benar seperti yang diberitakan di akun TikTok Lika Liku NTT dan media sosial lainnya,” ucap Fransisco dengan tegas.

Baca Juga :  Ikan Besar dalam Pusaran Kasus Buraen-Erbaun, Menanti Komitmen Kajari Yupiter Selan

Penyidik Akan Buka Tabir Gelap

Lebih jauh Fransisco menegaskan, ini adalah hal yang paling penting. Penyidik akan bekerja secara profesional untuk membuka kebusukan di balik akun tersebut yang dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat.

Baca Juga :  PH Terdakwa Sebut Tidak Ada Kerugian Negara Dalam Kasus Gelora Lifubatu

“Yang kedua ini yang terpenting ya, bahwa penyidik akan kerja dengan profesional untuk membuka tabir gelap akun Lika Liku ini karena sudah sangat-sangat meresahkan masyarakat. Postingan-postingan ini sangat merugikan banyak pihak,” ucapnya.

Modus Peras Uang

Yang mengejutkan, Fransisco membeberkan indikasi kuat bahwa akun-akun seperti ini melakukan praktik pemerasan (pemalakan) terhadap masyarakat.

“Indikasinya dari akun-akun sejenis ini, mereka banyak peras masyarakat, peras warga dan juga mengambil keuntungan. Caranya mereka posting dulu, kalau tidak diikuti atau tidak dituruti kemauannya, mereka hajar terus. Tapi kalau diikuti atau dibayar, mereka akan take down atau hapus beritanya,” beber Fransisco.

Baca Juga :  YM Anggota DPRD Dituding Lakukan Kekerasan Seksual, Kuasa Hukumnya Bilang Lapor ke Pihak Berwajib

Ternyata, modus kejam ini tidak hanya menimpa satu pihak saja, tapi banyak pihak yang menjadi korban. Namun sayangnya, mereka takut untuk bersuara.

“Ini bukan hanya satu pihak, tapi banyak pihak yang kena. Tapi mereka takut bersuara,” tandasnya.

laporan : yandry imelson

Berita Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar