Pelanggan Kafe Ditikam Hingga Meregang Nyawa

Hukum & Kriminal2712 Dilihat

KUPANG – Peristiwa berdarah datang dari Cafe Alung di Jalan R W Monginsidi III, Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo jadi tempat perkelahian hingga seorang pelanggan meninggal dunia pada minggu (16/6) dinihari tadi.

Diketahui, korban FS, 39 bersama dengan adiknya JS, 35 dan beberapa teman lainnya sejak sabtu (15/6) pukul 20.00 wita mendatangi Cafe Alung sambil minum – minuman keras (sopi), berkaraoke untuk menonton sepak bola Euro 2024.

Kronologi kejadian yang dihimpun kupangterkini.com, bermula saat korban bersama rekannya sedang asik berkaraoke, datang pelaku BB alias Slebor minggu (16/6/) sekitar pukul 02.30 Wita dan memaksa untuk memberikan mikrofon namun ditolak hingga terjadi cekcok mulut dan berujung perkelahian.

JS, adik kandung korban ketika ditemui mengatakan kejadian tersebut berawal sekitar pukul 02.35 wita yang mana pada saat itu JS , Korban dan teman – temannya sedang karaoke di Cafe Alung, tiba – tiba datang BB alias Slebor langsung meminta mikrofon tetapi JS mengatakan “tunggu kita gantian menyanyi,” ucapnya kala itu.

Mendengar pernyataan JS tersebut kemudian BB alias Slebor tidak terima lalu memukul JS dan mengenai hidung hingga mengeluarkan darah.

Melihat JS dipukul oleh BB alias Slebor, korban FS menegur Slebor hingga terjadi perkelahian antara FS dan Slebor di dalam Cafe sampai pada jalan depan cafe tersebut.

Tiba – tiba BB alias Slebor masuk kedalam cafe dan mengambil sebilah pisau yang saat itu ada didinding cafe, kemudian menuju kembali kearah FS dan langsung melakukan penikaman terhadap FS pada leher bagian sebelah kiri.

Melihat FS berlumuran darah, JS langsung menolong FS membawa korban ke IGD rumah sakit Siloam untuk mendapatkan penanganan medis namun nyawa FS tidak tertolong.

Sementara itu, teman FS, YRB yang pada saat itu berada bersama dengan FS mengatakan bahwa YRB, FS, JS dan beberapa temannya pukul 20.00 wita mendatangi Cafe Alung dengan maksud untuk nonton bareng euro 2024, sambil mengkonsumai minuman keras. Sekitar pukul 02.30 wita RYB melihat BB alias Slebor datang dan duduk disamping, sesaat kemudian BB alias Slebor bangun dan menuju ketempat FS berada (meja sebelah) dan terjadi cekcok mulut hingga perkelahian dan RYB sempat menegur dan mencoba untuk melerai perkelahian tersebut namun tidak dihiraukan oleh BB alias Slebor dan FS.

Sesaat kemudian RYB melihat FS sudah berlumuran darah pada bagian leher, sehingga RYB berteriak dengan mengatakan

“Tolong bawa FS ke rumah sakit dulu” dan beberapa orang termasuk BB alias Slebor juga membantu FS untuk dibawa ke RS Siloam yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian namun nyawanya tidak tertolong.

Mendapat laporan bahwa telah terjadi kasus penganiayaan tersebut, SPKT Polresta Kupang Kota yang dipimpin oleh Aiptu Edison Tarmo langsung mendatangi TKP, menutup TKP serta melakukan olah TKP dan mendatangi RS Siloam.

Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol Aldinan R J H Manurung kepada media melalui humasnya membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan saat ini penyidik sedang melakukan olah TKP dan mencari tersangka yang mana pada saat setelah kejadian melarikan diri.

“Sudah ada beberapa saksi yang dimintai keterangan terkait kejadian itu dan penyidik masih bekerja – sama dengan keluarga untuk melakukan autopsi terhadap korban.

Motifnya karena tersangka tersinggung ketika dimintai mikrofon untuk karaoke namun di tolak oleh adik korban karena masih dipakai bernyanyi,” jelas Aldinan Minggu (16/6/24).

Untuk itu, Kapolres menghimbau agar tersangka BB alias Slebor untuk menyerahkan diri dan kepada keluarga atau masyarakat yang mengetahui keberadaan tersangka agar membantu Kepolisian memberitahukan keberadaan tersangka untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

laporan : yandry imelson

Baca Juga :  Penyelundup Pakaian Bekas Ditindak Tegas
Baca Juga :  Timbun Solar, Warga Alak Ditahan Polisi

Komentar