oleh

Atap Rumah Terbawa Angin, Numpang di Rumah Saudara

KUPANG – Badai yang ditimbulkan akibat siklon tropis Seroja sungguh sangat besar dan luas dampaknya. Hingga kini, masyarakat yang menjadi korban belum juga bisa membangun kembali rumahnya yang rusak, seperti yang terjadi di Kelurahan Nunhila, Kota Kupang.

Ibu Khadijah, warga RT 04/RW 02Nunhila, menceritakan awal mula kejadian badai tersebut yang memporak-porandakan rumahnya kepada kupangterkini.com Rabu (21/4/21) bahwa, hujan tiada henti sejak Sabtu (3/4) setelah itu sehari setelahnya puncak badai. “Paling parah saat malam pukul 23.00 Wita, atap seng rumah kami mulai terbawa tiupan angin,”jelasnya.

‘’Sekitar pukul 00.00, Wita keadaan rumah kami sudah mulai parah. Tembok mulai roboh dan atap rumah mulai lepas, serta plafon rumah robok menimpa perabot rumah, saat itu kami masih di dalam rumah karena di bagian depan tidak terdampak,”lanjutnya.

Setelah itu, saat dinihari pukul 04.00 Wita mereka terpaksa mengungsi ke rumah tetangga yang tidak terdampak. “Namun di situ juga seng rumahnya sudah terlepas, tapi tidak separah rumah saya,”tambah Khadijah.

Saat ini, ia bersama dua anggota keluarganya mengungsi ke rumah saudara di Alak. “Saat siang seperti ini kami kembali ke rumah untuk membersihkan serta merapikan puing-puing yang berceceran,”ujarnya.

Ketua RT sudah datang dan mendata semua kerusakan serta kerugian yang dialami. “Mungkin masih berproses karena yang terdampak badai ini hampir semua daerah Kupang,”katanya.

Harapan Khadijah, pemerintah bekerja cepat dan segera dapat membantu memberi dana talangan memperbaiki rumah “Semoga segala prosesnya dapat berjalan lancar dan keadaan rumah kami bisa kembali ditempati,”harapnya

laporan: yandry imelson

Baca Juga :   RSUD SK Lerik Tangani 11 Pasien Covid-19

Komentar