oleh

Bupati Terpilih Tunggu Keputusan Akhir Pemerintah

-Politik-1283 Dilihat

DENPASAR – Meski bupati terpilih Sabu Raijua, Orient Patriot Riwu Kore dan wakilnya Thobias Uly, tidak ikut pelantikan yang akan digelar serentak, Jumat (26/2/21) ditanggapi biasa saja oleh partai pendukungnya. Mereka masih tetap menunggu sikap pemerintah untuk menyelesaikan kasus ini.

‘’Sejak awal PDIP berpendapat bahwa masalah bupati terpilih Sabu Raijua sudah menjadi domain penyelesaian di pemerintah, maka kita konsisten pada sikap itu,’’kata Ketua Bapilu PDIP NTT, Cendana Abubakar kepada kupangterkini.com saat dihubungi, Jumat Siang.

Menurutnya, soal ditunda itu juga merupakan konsistennya PDIP mendukung sikap pemerintah. ‘’Jadi penundaan itu sifatnya biasa saja, sambil kita tunggu apa putusan akhir dari pemerintah,’’ tandas Cendana.

Sebelumnya, alasan menunda pelantikan itu karena Kemendagri belum menerima hasil kajian dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum dan HAM) soal kejelasan status kewarganegaraan Orient. Setelah hasil kajian tersebut selesai, Kemendagri baru mengeluarkan keputusan.

Pemprov NTT sebelumnya telah mengusulkan enam pasangan bupati dan wakil bupati terpilih termasuk, Sabu Raijua. Tapi Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi NTT, Doris A Rihi, memastikan hanya lima pasangan saja yang dilantik gubernur Viktor B Laiskodat.

Kelima pasang bupati dan wakil bupati pemenang Pilkada 2020 yakni, Djuandi David –Eusabius Binsasi (TTU), Kris Praing – David Melo Wadub (Sumba Timur), Hery Nabit – Hery Ngabut (Manggarai), Edistasius Endi – Yulianus Weng (Manggarai Barat) dan Andre Paru – Raymundus Bena (Ngada).

Untuk Kabupaten Sabu Raijua masih ditangguhkan kemendagri karena masih adanya polemik status kewarganegaraan Orient P Riwu Kore.

(yandri imelson / kupangterkini.com)

Baca Juga :   Pengembangan Seni Budaya Dilakukan Online

Komentar