oleh

Bendungan Raknamo Sudah Mengairi 36 Hektar Sawah

OELAMASI – Semenjak diresmikan Januari 2018 silam, Bendungan Raknamo yang berada di Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, baru mulai berfungsi dan dirasakan dampaknya oleh para petani sekitar.

‘’Debit air bendungan mulai bagus sehingga dapat digunakan untuk mengairi persawahan daerah Nunsono satu,’’ jelas Iang Marabidjala petani di Desa Raknamo kepada kupangterkini.com Jumat (26/2/21) pagi.

Karena intensitas hujan mulai bagus sejak pertengahan Januari lalu, airnya mulai mengalir seminggu belakangan ini. ‘’Kami petani juga sudah mulai mempersiapkan lahan untuk masa tanam tahun ini,’’ tambahnya.

Jika debit air mencukupi, dari bendungan ini dapat mengairi ribuan hektar persawahan, bisa untuk mengairi persawahan di desa Raknamo, Manusak dan Pukdale. Namun karena debit air juga belum terlalu banyak, jadi sementara baru bisa mengairi 36 hektar lahan saja

Intensitas hujan makin baik maka airnya akan cukup dipakai dua kali masa tanam.

“Semoga debit airnya tetap bagus sehingga kita para petani bisa panen lagi setelah kemarau panjang tahun silam,”kata Marabidjala.

Bendungan Raknamo dibangun sejak 2014 lalu dengan menghabiskan dana Rp 760 milyar. Bila curah hujan mencukupi, kapasitasnya bisa menampung sebanyak 14 juta meter kubik air.

Untuk kepentingan penyaluran air persawahan dan air baku, telah dibangun saluran sepanjang 19,7 kilometer.

(yandry imelson/kupangterkini.com)

Baca Juga :   Himbauan Kepada Jemaat, Sinode GMIT Keluarkan Surat Gembala

Komentar