Banjir & Lumpur Hantui Ruang Belajar Darurat SDN Leomanu, Terendam Banjir Sejak Desember 2025

Regional469 Dilihat

OELAMASI – Sebuah kondisi menyentuh dihadapi siswa SD Negeri Leomanu Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, dimana tiga ruang belajar darurat yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) terendam banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak hari sebelumnya. Visual dokumentasi yang diperoleh menunjukkan lantai ruang kelas yang penuh dengan genangan air dan lumpur.

Kepala sekolah SDN Loemanu, Arnichus Loit kepada Senin (2/2) menyampaikan bangunan darurat yang menjadi ruang belajar 30 orang siswa kelas 1, 2 dan 3 itu berlumpur karena luapan air yang menggenangi tempat itu setiap kali ada hujan. “Setiap ada hujan air pasti masuk dan kegiatan belajar mengajar harus berhenti,”katanya.

Kondisi itu kata Kasek Arnichus Loit sudah berlangsung sejak Desember 2025 kemarin saat hujan. Kondisi itu diakui sangat menggangu aktifitas belajar mengajar namun pihaknya hanya bisa pasrah.

Baca Juga :  Daniel Taimenas : Copot & Ganti Pimpinan OPD Tak Becus Kerja

Dalam laporan harian tentang kegiatan belajar mengajar sudah disampaikan namun belum ada respon dari pihak dinas pendidikan kabupaten Kupang.
“Kondisi ini jelas mengganggu, kami pasrah dan jalani saja, dalam laporan harian kami sudah sampaikan soal kondisi ini tapi begini sudah sampai saat ini masih begini,”keluhnya.

Baca Juga :  Terbuka, Peluang Usaha Herbal

Dijelaskan bangunan darurat tersebut baru dibangun tahun 2025 lalu secara swadaya oleh masyarakat setempat. Bangunan darurat itu dibangun karena tiga ruang permanen yang ada dirasa tidak memadai lagi untuk melangsungkan aktifitas belajar mengajar untuk siswa kelas satu hingga kelas enam yang mencapai lebih dari 70 orang.

Disampaikan pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan komite sekolah untuk membuat lebih layak lagi bangunan darurat tersebut. Hanya material berupa semen yang dikumpulkan masyarakat belum cukup untuk digunakan membenahi kondisi bangunan yang kini beratap daun, bertiang kayu dan berlantai tanah itu. “Kita sudah kumpul semen untuk buat lantai tapi belum cukup,”katanya.

Baca Juga :  Tutup Jalur Alternatif, Pemilik Lahan Minta 100 Juta

Arnichus Loit berharap ada perhatian pemerintah atas persoalan yang dihadapi sekolah itu. “Anak-anak di pelosok negeri juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Kami berharap ada dukungan nyata dari pemerintah untuk memperbaiki fasilitas sekolah demi masa depan generasi bangsa,” tandasnya.

laporan : yandry imelson

Berita Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar