oleh

Uji Klinis Internasional Vaksin Satu Fase “Sputnik Light” Telah Dimulai

SETIAP warga negara dewasa yang belum pernah divaksinasi virus corona dapat berpartisipasi. Vaksin Sputnik V, yang dikembangkan oleh ilmuwan Moskow dari N.F. Gamaleya Institute, membuktikan keefektifan dan keamanannya. Hampir 600 ribu orang Moskow telah divaksinasi. Banyak negara di dunia yang tertarik dengan vaksin ini, tulis Sergei Sobyanin dalam blognya.

Walikota Moskow itu juga mengumumkan bahwa beberapa studi berskala besar terkait vaksinasi COVID-19 akan dilakukan dalam waktu dekat. Pekan ini, studi epidemiologi tentang resistensi imunitas setelah vaksinasi virus corona dimulai di ibu kota.

2.000 orang yang menerima vaksinasi pertama tiga hingga enam bulan lalu akan diuji setiap bulan (dari Februari hingga Agustus) untuk antibodi. Dengan cara ini, spesialis akan melihat dinamika perubahan yang akan terjadi pada masing-masing partisipan dalam penelitian setelah sembilan hingga sepuluh bulan atau bahkan setahun setelah vaksinasi. Studi ini akan menentukan apakah vaksinasi COVID-19 akan diperlukan lagi sebelum musim gugur-musim dingin berikutnya.

Selain itu, tiga fase uji klinis vaksin Sputnik V untuk remaja berusia antara 14 dan 18 tahun akan dilakukan Rumah Sakit Klinik Kota Anak-anak, Z.A. Bashlayova. Berdasarkan hasil tersebut, dimungkinkan untuk membuat keputusan tentang dimasukkanya kelompok usia ini ke dalam program vaksinasi.

“Kami juga mencari cara baru untuk melindungi diri dari virus corona. Spesialis telah mengembangkan bentuk nasal Sputnik V, yang membentuk kekebalan di wilayah tenggorokan hidung.Obat ini tidak akan menggantikan vaksinasi penuh, tetapi akan berguna sebagai bentuk perlindungan tambahan. Ketiga fase penelitian klinis obat juga direncanakan akan dilakukan di Moskow,” tulis Sergey Sobyanin.

Baca Juga :   Walikota Kupang Dicibir Warganet

Komentar