oleh

Lagi, Keluarga Pertanyakan Prosedur Rumah Sakit

KUPANG – Rumah sakit Siloam, kota Kupang tampaknya harus berbenah. Pasalnya, sudah banyak keluarga pasien korban meninggal di rumah sakit tersebut tidak puas dengan vonis Covid – 19 yang dikeluarkan pihak rumah sakit.

Adi Manu, paman pasien yang meninggal siang tadi menyatakan kepada kupangterkini.com Rabu (18/8/21) alasan keluarga tidak puas dengan pihak rumah sakit Siloam. “Kami mempertanyakan prosedur dari pihak Siloam, kalau seandainya adik kami yang kami sayangi ini meninggal karena Covid – 19 kami terima dengan lapang dada, tapi bukti fisik hasil PCR kami tidak terima” ujarnya.

Namun ia menyatakan sekali lagi bahwa keluarga menerima kalau divonis meninggal karena Covid – 19. “Secara psikis ini mengganggu kami keluarga, tapi kami tetap menerima ini untuk kebaikan karena PPKM, kita juga melihat banyak masyarakat yang cekcok dengan aparat seperti kejadian ibu – ibu yang menangis namun dimana tetap saja mereka bawa karena kami orang kecil, kami bukan bagian dari negri ini,” ucapnya.

Awalnya, ia mengatakan bahwa keponakannya dibawa ke rumah sakit Leona karen sakit ginjal, namun karena memakai kartu indonesia sehat (KIS) jadi hanya tiga hari saja tidak bisa lebih. “Namun setelah kembali kerumah, ia kumat lagi jadi kami membawa ke rumah sakit sini,” tambahnya.

Menurutnya keluarga membawa almarhum sejak Senin (16/8) lalu. “Jadi ketika dia harus transfusi darah caranya harus di test PCR dan katanya positif, namun kami tidak disodori bukti fisik hanya diberitahukan bahwa positif saja, jadi kami bertanya – tanya prosedur yang diterapkan manajemen Siloam ini sebenarnya seperti apa,” tandasnya.

laporan : yandry imelson

Baca Juga :   Ibunya Mau Bunuh Diri, Jenazah Dibawa Pulang

Baca Juga :   10 Napi Korupsi Menghuni Lapas
Baca Juga :   PPKM Berlanjut, Karyawan Swasta Tanpa Penghasilan

Komentar

Berita Terbaru