oleh

Hormat Masker, Kritis Pada Pemerintah

KUPANG – Postingan hormat masker komika Bozhan yang sempat viral pada dunia maya mengundang pro dan kontra. Banyak warganet yang menghujat namun tidak sedikit yang mengapresiasi tindakan pentolan grup lawak Kaboax tersebut.

Ketua perhimpunan mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Kupang, Alfred Saunoah, saat ditemui kupangterkini.com Rabu (18/8/21) salah satu yang pro dengan aksi komika tersebut.

“Pertama, saya hanya mau bilang kepada masyarakat NTT bahwa, stop membully Bozhan, karena dia mempunyai alasan tersendiri kenapa bukan bendera yang dihormati tetapi masker,” ucapnya.

Menurutnya, alasan Bozhan adalah bentuk kritisnya kepada pemerintah. “Mungkin itu bentuk kekritisannya kepada pemerintah terkait dengan penanganan Covid – 19, baik pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi NTT,” lanjutnya.

Alfred menambahkan bahwa, alasan tersebut karena akhir – akhir ini di NTT amburadul. “Data yang diberikan ke pemerintah pusat saja amburadul, kemudian standar dari setiap rumah sakit itu berbeda – beda, sehingga kemudian banyak orang yang dicovidkan,” tambahnya.

Ia juga tidak menyalahkan Bozhan atas postingan yang viral tersebut. “Apa yang dilakukan Bozhan itu sudah betul dan menjadi pengingat bagi kita masyarakat bahwa hari ini kita bukan lagi berperang atau melawan penjajahan, tetapi yang dia buat adalah mau mengingatkan kita bahwa hari ini yang kita perangi adalah pandemi Covid – 19, maka masker menjadi simbol keseharian yang harus kita gunakan didalam era tatanan hidup yang baru ini,” jelasnya.

Jadi, menurutnya apa yang dilakukan Bozhan adalah tidak salah. “Mungkin karena diposting tepat pada 17 Agustus dimana semua orang menjadikan bendera merah putih untuk dihormati, kita tidak bisa menyalahkan beliau, itu adalah bagian dari ungkapan beliau dalam mengkritisi pemerintah, hanya untuk saudara Bozhan mungkin meminta maaf kepada bangsa Indonesia seluruhnya yang belum menerima apa yang dibuat saudara Bozhan,” ucap Alfred.

Alfred melanjutkan bahwa ini hanya sebuah sindiran dan kritik kepada pemerintah. “Tentu ini menjadi bahan pertimbangan dan bahan evaluasi untuk pemerintah, baik Provinsi, kota Kupang maupun daerah – daerah di provinsi NTT untuk lebih meningkatkan tugas dari satgas untuk kemudian mentaati prokes pada masyarakat,” ucapnya.

Karena menurut Alfred kota kupang yang pada dasarnya menerapkan PPKM level IV namun penerapannya belum maksimal. “Kota kupang sendiri dalam surat edarannya memasuki PPKM level IV tetapi hiruk – pikuknya kota kupang sendiri tidak menunjukkan bahwa sedang dalam masa PPKM, ini menjadi catatan untuk pemerintah juga,” lanjutnya.

Alfred juga menyentil pemerintah terkait dengan data Covid – 19 yang amburadul. “Jangan sampai data – data yang dikirimkan ke pusat itu amburadul, kemudian harapan kita juga untuk menertibkan rumah sakit – rumah sakit terkhususnya rumah sakit swasta karena, banyak masyarakat yang mengambil kembali orang yang meninggal yang dinyatakan Covid – 19,” pungkas Alfred.

laporan : yandry imelson

Baca Juga :   Hormat Masker Saat Hari Kemerdekaan, Pelawak Dihujat Netizen
Baca Juga :   Alasan Postingan Masker, Resolusi Agar Kita Merdeka Dari Pandemi

Baca Juga :   Jalan Timor Raya Kembali Memakan Korban
Baca Juga :   Masuk Jurang, Sopir Truk Langsung Hilang Nyawa

Komentar