oleh

Pamit Balik Jakarta, Datangi Pusara Mia

DENPASAR – Sehari setelah dikebumikan, pramugari cantik berdarah Sabu, NTT, Mia Tresetyani Wadu, masih terus mendapat kunjungan teman-teman dan keluarga. Sejak pukul 10.00 Wita, Jumat (22/121) pusara Mia di pekuburan kristen Mumbul, Badung, terlihat ramai.

Berapa rekan sejawat almarhumah datang lagi ke pusara itu. Tak banyak yang bisa dilakukan di tempat itu. Selain mengirimkan doa, juga sekedar memperbaiki letak bunga dukacita yang berhamburan akibat tertiup angin. Seakan belum rela melepas kepergian teman akrab yang pergi menduhului mereka.

Seusai dari pusara itu, Ida Ayu Kade Widya Pradnyswari kepada kupangterkini.com mengungkapkan perasaan kehilangan sosok almarhumah. Makanya sebelum balik bertugas di Jakarta, dia pingin ke pusara untuk berpamitan bersama empat rekan lain yang turut mengantarkan jazad Mia ke rumah orang tuanya pada Rabu (20/1/21) lalu.

Pusara Mia Tresetyani dipenuhi bunga dukacita yang masih tertata rapi (Foto: Dayu for Kupangterkini.com)
Pusara Mia Tresetyani dipenuhi bunga dukacita yang masih tertata rapi (Foto: Dayu for Kupangterkini.com) 

‘’Tadi kami dari makamnya Mia. Selain merapikan lagi bunga-bunga di sana, sekalian kunjungi dan pamitan juga,’’ ujar Dayu, nama panggilan sehari-hari Pradnyaswari.

Dayu di temani tiga kawannya dan bebapa keluarga Mia menyempatkan foto bersama di pusara pramugari yang jadi korban saat pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta – Pontianak, 9 Januari lalu jatuh di perairan pulau Lancang. Jazad Mia baru berhasil diidentifikasi lewat sidik jari dan test DNA lima hari kemudian.

Sementara Galih Windiyatmoko, 25, mangatakan kalau kedatangan itu menandakan mereka masih merasa kehilangan. Kendati begitu mereka sudah ikhlas melepaskan kepergian gadis cantik berdarah Sabu itu untuk selama-lamanya. ‘’Kami ikhlas dan berusaha tegar. Kasian Mia juga kalau kita masih larut dalam kesedihan. Biar Mia bisa tenang di alam sana,’’ katanya. (shitri satria)

Baca Juga :   The Apurva Kempinski Bali Hadirkan Peragaan Busana Nusa Tenggara

Komentar