Imam Baru Harus Jadi Teladan Milenial

Berita Kota2752 Dilihat

KUPANG – Para imam baru hendaknya menjadi teladan di zaman milenial sekarang ini. Demikian pesan iman yang disampaikan Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr dalam kotbahnya pada misa pentahbisan imam baru, Selasa (2/2/21).

“Ditahbiskan menjadi imam pada dasarnya menjadi tanggung jawab bagi seseorang untuk menjadi pemimpin yang menarik karena suatu kehidupan yang baik,” kata Mgr Turang kepada imam baru.

RD. Gradus Duka, Pr, Vikjen Keuskupan Agung Kupang dan RD. Maxi Un Bria sebagai Kepala Tahun Diakonat Keuskupan Agung Kupang. Pendamping para diakon Keuskupan Agung Kupang. (foto: istimewa)
RD. Gradus Duka, Pr, Vikjen Keuskupan Agung Kupang dan RD. Maxi Un Bria sebagai Kepala Tahun Diakonat Keuskupan Agung Kupang. Pendamping para diakon Keuskupan Agung Kupang. (foto: istimewa)

Selain itu, Uskup Agung Kupang yang membawahi gereja Katolik di Pulau Timor, Pulau Alor, Pulau Sabu dan Pulau Rote tersebut mengajak agar imam baru selayaknya memperhatikan kehidupan doa dan kehidupan sosial. Dengan begitu, sakramen imamat yang diterima menjadi sesuatu yang menggembirakan.

“Pelayanan para imam akan berjalan efektif apabila dia memperhatikan secara intens kehidupan rohani dengan cara aktif berpartisipasi dalam doa pribadi, ofisi dan perayaan Ekaristi. Di samping itu supaya Sakramen Imamatnya mendatangkan kegembiraan, dia (imam baru) juga harus bisa bersaudara dengan sesama rekan imamnya dan tidak bergosip tentang keburukan sesama imam,” tandas Mgr. Turang.

Baca Juga :  Kadis pendidikan kota Kupang tegaskan tidak semua murid belajar Online

Setiap imam, kata Mgr. Petrus Turang, memang secara manusiawi memiliki kekurangannya masing-masing yang membuat pelayanannya berjalan tidak efektif. Untuk itulah beliau meminta para imam baru untuk rajin memperbaiki sehingga jabatan imamatnya berdampak positif pada sesama.

“Setiap imam memang memiliki kekurangan dirinya masing-masing. Dalam kekurangan tersebut, para imam selayaknya harus bisa memperbaiki diri sehingga jabatan imamatnya tidak menyusahkan orang lain,” tutur Mgr. Petrus Turang.

Baca Juga :  RSUD SK Lerik Tangani 11 Pasien Covid-19

Terkait  pandemi covid-19 yang merebak di Kota Kupang, Mgr. Petrus Turang menghimbau para imam baru untuk menjadi teladan dalam menaati protokol kesehatan. Ketaatan pada protokol kesehatan menjadi tanda bahwa pihak Gereja berempati pada kondisi dunia di masa pandemi. “Anda para imam harus berusaha untuk mentaati peraturan tentang protokol kesehata. Ketaatan tersebut yang memperlihatkan bahwa Gereja tidak enggan pada penderitaan manusia di masa pandemi,” tutup Mgr. Petrus Turang.

Misa pentahbisan imam tersebut dipimpin secara langsung oleh Mgr. Petrus Turang di gereja Paroki Santa Familia Sikumana. Perayaan khidmat tersebut berlangsung dua jam yang diawali dari pukul 09.00 hingga 11.00 WITA. Turut hadir pastor paroki dari masing-masing imam baru yang mendampingi mereka selama masa diakonat.

Baca Juga :  Warga Pesisir Dihimbau Waspada Gelombang Tinggi

Adapun imam baru Keuskupan Agung Kupang terdiri atas 7 orang. Sedangkan imam baru Tarekat Putera-Putera Hati Tak Bernoda Maria (Claretian) terdiri atas 4 orang. Mereka adalah : RD. Johanes Sani KerafRD. Paulus Ito BariRD. Quido NaikefiRD. Petrus Bernadus Seto DaiRD. Bernardus Robertus UjanRD. Martinus Sixtus SondaRD. Xaverius Timo AlupanRP. Agustinus Weruin, CMFRP. Metodius Manek, CMFRP. Patrisiua Weka Bakior, CMF dan RP. Jeremias Nardin, CMF. (geraldy batara)

Komentar