oleh

Keluarga Pramugari Mia Tresetyani Sudah Ikhlas

DENPASAR – Rumah di Gang Tirta Gangga Nomer 8, Jln Tukad Gangga, Renon, sepanjang Selasa (12/1) silih berganti dikunjungi sanak family serta kerabat Zet Wadu dan Ni Luh Sudarmi. Ayah dan ibu, Mia Tresetyani Wadu, pramugari yang ikut jadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air pada Sabtu (9/1) terus mendapat sokongan moril menghadapi kenyataan hilangnya anak perempuan mereka.

Wajah sedih, terpancar dari sorot mata suami istri ini. Raut kepedihan itu sedikit tertutupi dengan masker warna putih yang dikenakan. Begitu juga belasan sanak family yang duduk di teras depan rumah, tak ada yang berkata-kata. Lebih banyak diam dan tertunduk sedih.

Zet Wadu dan Ni Luh Sudarmi, orang tua Mia
Zet Wadu dan Ni Luh Sudarmi, orang tua Mia.

Itulah secuil gambaran yang terjadi di rumah Mia Tresetyani. Menunggu dan terus menunggu info terbaru dari pihak maskapai soal kejelasan identifikasi jazad Mia. Semua yang hadir ditempat itu juga punya keinginan serupa

Dengan suara bergetar Zet berkata, ‘’Dalam kesedihan kami tetap ikhlas. Kami keluarga sangat sedih, tapi kami Ikhlas.’’ Dia berharap dengan pengambilan sampel darah dan air liur oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Bali, bisa membantu mempercepat proses identifikasi jazad Mia. Tak Lupa, Zet juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu keluarga ini.

Sebelumnya sejak Senin (11/1), Ardi saudara lelaki Mia juga sudah berada di Jakarta. Sampel DNA nya sudah diambil tim DVI Mabes Polri. Hari ini (Selasa) giliran Bapak dan Ibu Mia diambil sampel darah dan air liurnya.

Kepada anak lelakinya, Ardi Samuel, telah diberikan pesan untuk segera mengambil jazad Mia bila sudah ditemukan dan selesai diidentifikasi. Sekalipun dalam keadaan tidak utuh lagi.

“Kita berharap mujizat terjadi, semoga anak saya segera ditemukan. Kabar yang kita dapat, jasad seorang pramugara sudah diketahui. Semoga jasad anak saya juga segera ditemukan,’’ imbuh ayah dua anak itu. (Shitri/jmh)

Baca Juga :   Kisah Mia Tresetyani Wadu, Pramugari Sriwijaya Air Berdarah Sabu Minta Sang Ayah Membersihkan Rumah

Komentar