Panen Padi 200 Hektare Terhambat Total

Diduga Alsintan Bantuan Dibisniskan, Petani Kesulitan Akses Mesin Panen

Regional368 Dilihat

KUPANG – Sebanyak 200 hektare lebih lahan persawahan di kawasan Dalam Kom, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur belum bisa dipanen padahal sudah memasuki masa panen optimal sejak pekan lalu. Kendalanya bukan karena padi tidak bagus, melainkan sulitnya mendapatkan mesin panen atau Combine Harvester.

Bagi petani di sana, panen secara manual sudah tidak memungkinkan lagi mengingat usia padi yang harus segera dipanen agar kualitas dan hasilnya tidak menurun drastis.

Hal ini disampaikan Jibrael Feuw dan Ten Loak bersama sejumlah rekan petani saat ditemui di lokasi, Selasa (19/5/2026). Mereka mengaku sudah berusaha menyewa mesin sejak seminggu lalu namun nihil hasil.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas, Yayasan Cahaya Timur Kasih Rencanakan Study Tour Bagi Penerima MBG

“Tahun lalu ada sekitar enam unit mesin panen yang masuk ke sini. Tapi tahun ini kosong melompong, tidak ada yang bisa kami dapatkan,” ungkap Jibrael.

Padahal, sebenarnya tersedia satu unit alsintan bantuan yang diserahkan Anggota DPR RI Usman Husen kepada Kelompok Tani Karya Sejahtera. Secara aturan, mesin ini seharusnya diprioritaskan untuk membantu para petani anggota kelompok tani di sekitarnya, termasuk Poktan Karya Sukses. Namun kenyataannya, mesin itu justru sulit diakses.

Baca Juga :  Diduga Lakukan Pelanggaran Prosedur, Polresta Denpasar Dipraperadilan

“Kami sudah minta berkali-kali lewat Ketua P3A Luis Maakh, tapi jawabannya selalu sedang dipakai di tempat lain. Kami menduga kuat alat bantuan ini justru dibisniskan dan disewakan ke luar daerah, bukan untuk melayani kami yang menjadi hak utamanya,” tegasnya.

Menurut Jibrael, ada ketimpangan yang sangat mencolok tahun ini. “Yang kami tahu tujuan bantuan ini untuk meringankan beban petani, bukan dijadikan lahan cari untung pribadi. Seharusnya anggota kelompok didahulukan, tapi sekarang malah kami yang kesulitan,” keluhnya.

Baca Juga :  Seminggu Hilang, Ditemukan Sudah Membusuk

Para petani meminta pemerintah segera meninjau dan mengawasi penggunaan alsintan bantuan. Jika dibiarkan, bukan hanya merugikan petani, tapi juga menyalahgunakan fasilitas yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat.

“Jangan sampai bantuan dari negara ini malah dibisniskan demi keuntungan segelintir orang, sementara ratusan hektare padi kami terancam rusak karena tak kunjung dipanen,” pungkas Jibrael.

laporan : yandry imelson

Komentar