Kendala Panen, Louis Maakh : Alsintan Bantuan Pemerintah Dijadikan Alat Bisnis

Regional160 Dilihat

KUPANG — Para petani di wilayah Dalam Kom, Kelurahan Babau, mengeluhkan keterbatasan akses terhadap alat mesin pertanian (alsintan), khususnya combine harvester yang seharusnya memudahkan proses panen. Padahal wilayah ini memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas.

Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Dalam Kom, Louis Maakh, menyatakan bahwa kelompoknya mengelola lahan kurang lebih seluas 300 hektar. Namun hingga saat ini mereka kesulitan melaksanakan panen karena kekurangan alat bantu.

Menurut Luis, sebenarnya pemerintah telah memberikan bantuan berupa combine harvester untuk mempermudah pekerjaan para petani. Namun sayangnya, alat tersebut justru dikuasai oleh oknum tertentu dan tidak digunakan sesuai tujuan awal.

“Alat itu lebih diarahkan untuk kepentingan bisnis pribadi, bukan didahulukan untuk kebutuhan petani di sini. Akibatnya kami kesulitan saat masa panen tiba,” ungkapnya kepada kupangterkini.com

Baca Juga :  Dugaan Pungli Dibalik Aksi Dana Seroja

Ia pun mempertanyakan bagaimana program swasembada pangan nasional dapat tercapai jika petani saja mengalami hambatan untuk memanen hasil tanamnya. Padahal lanjutnya, luasan lahan di Dalam Kom jauh lebih luas dibandingkan daerah lain, bahkan hasil panennya selalu termasuk yang tertinggi.

Baca Juga :  Feri Cantika Lestari Menuju Alor Alami Kebakaran

“Alatnya malah dipakai di tempat lain, padahal kebutuhan di sini lebih mendesak. Kami meminta pihak yang menguasai alsintan ini segera melakukan evaluasi. Bantuan pemerintah seharusnya diutamakan dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan kelompok tani dan para petani yang membutuhkan,” tegas Louis.

 laporan : yandry imelson

Komentar