NTT Berpotensi Diterjang Hujan Disertai Petir, Masyarakat Diimbau Waspada

Regional150 Dilihat

KUPANG – Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur periode 17 hingga 23 Januari 2026.

Dimana informasi BMKG pada periode tersebut akan terjadi hujan lebat dan bisa mengakibatkan Banjir bandang serta Longsor.

Dikutip dari siaran pers nomor e.B/ME.02.04/002/KKOE/II/2026, kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh periode puncak Musim Hujan. Adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Utara Benua Australia berpotensi menjadi siklon tropis, serta pengaruh Monsun Asia, Gelombang Ekuatorial Rossby, Kelvin dan Madden Julian Oscillation (MJO).

Baca Juga :  NTT Berpotensi Tsunami, Begini Penjelasan BMKG

Untuk itu, beberapa wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Lembata, Flores Timur, Alor, Belu, Malaka, TTU, TTS, Kota Kupang, Kabupaten. Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Potensi hujan disertai petir/kilat dan angin kencang menjadi perhatian utama.

Baca Juga :  Jenazah Nona Sabu, Disambut Tangisan Keluarga

BMKG juga memberikan beberapa himbauan kepada masyarakat, antara lain, Tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak bencana hidrometeorologi. Lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas perjalanan dan luar ruangan.

Daerah bertopografi curam harus waspada terhadap potensi tanah longsor dan banjir bandang jika terjadi hujan dengan durasi panjang.Waspada potensi banjir lahar hujan di sekitar Gunung Berapi Lewotobi Laki-Laki, Flores Timur.

Baca Juga :  Kakek 68 Tahun di Alor Hilang Terseret Banjir

Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kontak (0380) 881613, WhatsApp 0811-3940-4264, aplikasi Info BMKG, atau media sosial @infobmkgeltari. Para kepala daerah diharapkan dapat berkoordinasi dengan BPBD serta TNI POLRI setempat dalam menangani potensi dampak cuaca ekstrem.

laporan : yandry Imelson

Komentar