oleh

Jekson Manafe : Tak Ada yang Berhak Ambil Nyawa Lael

KUPANG – Bayi mungil dan menggemaskan, Lael Maccabee baru berusia 10 bulan saat ia hilang bersama ibunya. Tak disangka, sejak hilang dan ditemukan akhir Oktober lalu bayi yang genap berusia 1 tahun pada 21 Oktober tersebut sudah tak bernyawa.

Kehilangan bayi tak berdosa untuk selama – lamanya tersebut menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga besar bahkan masyarakat NTT semuanya berduka. Kekejaman pelaku saat menghabisi nyawa anak bayi tak berdosa ini sangat dikutuk masyarakat, berbagai sumpah serapah pun mereka tujukan kepada sang pelaku.

Jekson Manafe, paman dari Lael menyatakan bahwa keponakannya sangat tidak pantas dibunuh. Menurutnya, undang – undang anak wajib dikenakan.

“Tetap harus, undang – undang perlindungan anak itu wajib, anak 10 bulan ini dia belum punya relasi dengan siapapun. Tidak ada yang berhak mengambil hidupnya, dia hanya sebagai bentuk pelampiasan, dari kami keluarga pelaku dikenakan pasal tambahan,” tegasnya.

Sementara itu, media sosial dibanjiri dengan komentar – komentar pedas serta kutuk ditujukan netizen kepada pelaku. Mereka menilai pelaku sangat – sangat biadab, psikopat, bengis, berdarah dingin serta tidak pantas dianggap sebagai manusia.

“Kamu tega membunuh manusia yang dirawat sejak dalam kandungan ibunya, tujuh keturumanmu anak cucumu yang akan menanggung karma,” tulis akun ZP. “Barangsiapa menumpahkan darah orang maka darahnya akan ditumpahkan apalagi membunuh anak kecil yang masih polos hatinya,” tulis akun ME.

“Kamu Randy, ayah pembunuh neraka jahanam menantimu,” tulis akun MG menimpali. “Hukum mati pelaku yang sifatnya lebih buruk dari binatang,” kecam akun MB.

Sementara itu, adajuga akun – akun yang mendoakan Lael bersama ibunya tenang dan damai dalam peristirahatan terakhir mereka. “Salam damai untuk kalian berdua, kiranya Lael dan Ate selalu bahagia dalam dekapan kasih Tuhan, kalian sudah ada ditempat yang paling nyaman dan damai,” tulisnya.

laporan : yandry imelson

Baca Juga :   Warga Naikoten, Dibunuh Tetangga Sendiri
Baca Juga :   Benny Taopan : ''Ini Negara Hukum, Berdasarkan Aturan Bukan Analisa''

Komentar