oleh

Sebanyak 163 KK di Oebufu Tak Miliki Rumah Lagi

KUPANG – Bencana badai siklon tropis Seroja yang terjadi pada tanggal 4 – 5 April lalu, menyisakan pilu bagi warga Kota Kupang tidak terkecuali warga Kelurahan Oebufu.

“Ketika puncak badai, bencana yang ditimbulkan sangat luar biasa dan menyebabkan banyak kerugian yang dialami warga kelurahan Oebufu,”jelas Lurah Oebufu, Zet Batmalo kepada kupangterkini.com Kamis (29/4/21).

Berdasarkan data, warga terdampak sampai 20 April sebanyak 892 kepala keluarga (KK). Sebanyak 163 KK kehilangan rumah tinggal serta tidak bisa dihuni lagi karena longsor yang terjadi merusak lahan perumahan.

Wilayah longsor mencakup sebagian wilayah RT 03, 04, 10, 12, 14 serta RT 17. “Sebanyak 163 kk yang kehilangan tempat tinggal disediakan empat posko yakni tiga posko sebagai dapur umum swadaya dan satu posko untuk menampung sebagian warga,”rincinya.

Sementara, bantuan tanggap darurat dilakukan oleh pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Sosial berupa sembako dan tenda besar, dari Balai PUPR berupa terpal dan fiber, mobil toilet, air bersih setiap hari serta bantuan dari BUMN, pihak swasta, komunitas bahkan perorangan.

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk empati terhadap para korban,”lanjutnya.

Di tiap posko juga ada koordinator masing-masing untuk mencatat semua sumber dan besaran bantuan sekaligus mencatat penggunaannya sehingga dapat bermanfaat bagi para korban. “Sedangkan bantuan untuk rehabilitasi dan relokasi akan dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku di BPBD Kota Kupang dan instansi yang berkompetensi sesuai dengan verifikasi oleh tim teknis,”ujar Zet.

Pihak kelurahan melalui ketua RT telah melakukan pendataan dan penginputan data, sesuai nama dan alamat seperti tertera dalam form yang diberikan tim BPBD. “Serta sudah dilakukan validasi dan verifikasi faktual. Kita tunggu kelanjutan,’’ tururnya.

Baca Juga :   Sudah Vaksin Lengkap, Bebas Bepergian

laporan : yandry imelson

Komentar