Polda NTT Beri Bantuan & Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban di Ngada

Regional116 Dilihat

NGADA – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) melalui Polres Ngada menunjukkan kepedulian terhadap keluarga korban meninggal dunia akibat gantung diri pada Rabu (04/02/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Kegiatan berupa kunjungan dan silaturahmi dilakukan di Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kunjungan sosial dan bentuk kehadiran negara dalam memberikan dukungan moral, psikologis, dan kemanusiaan. Rombongan yang hadir terdiri dari unsur Forkopimda, pemerintah daerah, serta jajaran Polres Ngada, antara lain Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ngada Rudolfus Wogo, perwakilan Dinas Sosial Magdalena Adriani Dima, Kepala Dinas Kesehatan Dr. Maria Yovita B Moi, serta pejabat utama Polres Ngada yang dipimpin oleh Wakil Kapolres Ngada (Waka Polres) KOMPOL Osman Hendaru.

Rombongan berkumpul di Markas Polres Ngada pada pukul 09.30 Wita, bertolak pukul 09.45 Wita, dan tiba di lokasi rumah duka pukul 11.00 Wita. Setelah disambut Kepala Desa Naruwolo Dionisius Roa beserta keluarga korban, Waka Polres menyampaikan belasungkawa dan menyerahkan bantuan sosial dari Kapolda NTT dan Kapolres Ngada berupa beras 100 kg, mie instan, telur ayam, dua dus paket tali asih, serta santunan.

Baca Juga :  Polisi Bekuk Jaringan Pencuri Ternak

Selain itu, dilakukan pendampingan psikologis dan trauma healing oleh Ps. Muhammad Isramansyah dari Kasi Dokes Polres Ngada, didampingi AKP Sukandar dan personel Polwan. Konseling difokuskan kepada dua kakak kandung korban serta teman-teman dekatnya untuk membantu proses pemulihan.

Ibu kandung korban, Maria Goreti Te’a, menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat yang berduka.

Baca Juga :  Kepala Desa Oesao Ketahuan Merayu Istri Tetangganya

“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam aspek kemanusiaan. Kunjungan ini adalah bentuk empati dan dukungan agar keluarga korban tetap kuat menghadapi musibah,” ujarnya.

Kegiatan dilakukan secara humanis dan profesional dengan menghormati kondisi psikologis keluarga serta nilai budaya setempat, dengan harapan dapat meringankan beban mental dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan serta mempererat hubungan antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

laporan : yandry imelson

Berita Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar