oleh

Buang Bayi, karena Takut Diusir Majikan

DENPASAR – Polsek Denpasar Selatan (Densel) Polda Bali, mengamankan Melda Kause, 24. Wanita asal So’e, Timor Tengah Selatan, NTT ini adalah ibu dari bayi yang dibuang di semak-semak Jalan Tukad Pancoran IV Blok M Panjer, Denpasar. Pekerja rumah tangga ini mengaku bahwa aksi nekat itu dilakukan karena takut diusir oleh majikan dan malu melahirkan anak di luar nikah.

Kanit Reskrim Polsek Densel AKP Hadimastika K. Putro mengatakan, setelah mendalami keterangan saksi dan juga berkoordinasi dengan klinik persalinan serta warga sekitar, polisi mencurigai Melda sebagai pelakunya. Sebab, sebelumnya ada warga yang menginfokan bahwa ada asisten rumah tangga di salah satu rumah kawasan Tukad Pancoran diketahui melahirkan.

“Mendapatkan informasi Selasa (29/6) sore, tim kemudian mendatangi tempat kediaman sementaranya yakni di rumah majikan, lalu dilakukan interogasi,” beber AKP Hadimastika, Rabu (30/7).

Akhirnya Melda pun mengaku bahwa bayi laki-laki yang ditemukan masih hidup tanpa sehelai benang oleh pedagang bakso Misnawi, 49, di semak semak Jalan Tukad Pancoran, Senin 28 Juni 2021 sekitar pukul 16.30 Wita adalah anaknya.

Mendengarkan pengakuan itu, wanita asal So,e ini langsung diamankan petugas. Dari hasil pengembangan, diketahui bahwa Melda seorang diri melahirkan anaknya di semak itu pada Sabtu 26 Juni 2021 sekitar pukul 15.00 Wita. Setelah melahirkan, wanita ini meninggalkan anaknya beserta ari-ari begitu saja di lokasi tersebut.

“Ya usai melahirkan ia (Melda) balik ke rumah majikannya,” ujar sumber di kepolisian.

Alasannya, karena takut diusir oleh majikan jika diketahui memiliki anak. Tak itu saja, Melda juga malu memiliki anak di luar nikah. “Jadi motifnya Cuma itu. Selain takut dimarahi dan diusir oleh majikan, juga malu melahirkan diluar nikah. Walaupun pengakuannya demikian, kami masih dalami keterangannya,”tandas Hadimastika.

laporan : shitri – denpasar

Baca Juga :   Petani Fatumnasi Tanam 400 Anakan Apel
Baca Juga :   Dana Seroja Tak Jelas, Warga Seruduk Kantor Bupati Kupang

Komentar