Kematian Lucky & Delfi Diduga Pembunuhan Berencana, PH Pelakunya Lebih dari 2 Orang

Hukum & Kriminal177 Dilihat

KUPANG – Dengan dilakukan ekshumasi dan otopsi terhadap jasad Lucky Sanu dan Delfi Foes dapat berdampak pada adanya tersangka baru dalam kasus tersebut. Pasalnya, secara gamblang ditemukan fakta, kematian Lucky dan Delfi patut diduga bukan lakalantas tunggal tapi ada unsur perencanaan pembunuhan dan bukan hanya dilakukan dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Hal tersebut dikemukan Imbo Tulung SH, MH, Mardan Yosua Nainatun SH dan Banri Jerry Jacob SH penasihat hukum keluarga keluarga kedua kirban usai pelaksanaan ekshumasi dan otopsi jasad Delfi Foes, Senin, (19/1/2026). Jasad Lucky Sanu telah dilakukan hal yang sama pada, Kamis, (15/1).

Menurut Imbo, sejak awal pihaknya yang mewakili keluarga korban telah meminta penyidik untuk melakukan ekshumasi dan otopsi. Tapi dugaan peristiwa yang sudah nyaris dua tahun berjalan baru dilakukan hal tersebut saat ini.

Menurut Imbo, setelah mengikuti ekshumasi dan otopsi patut diduga kematian Lucky-Delfi bukan karena lakalantas. Artinya, ada penyebab kematian yang harus diungkapkan secara jujur dan terus terang serta profesional oleh penyidik.

Ekshumasi dan otopsi ini, kata Imbo Tulung, akan membuka tabir gelap penyebab kematian Lucky-Delfi. Penyidik diminta jangan bermain-main dengan persoalan nyawa manusia. Ini bukan hanya sekadar hukum positif tapi harus diingat bahwa manusia adalah Gambar dan Rupa Sang Pecipta.

Baca Juga :  PH Sebut Ada Pelanggaran Prosedur Dalam Penangkapan Derson Lau

“Dalam konteks ini, saya hanya mau katakan, bukalah tabir ini. Jangan lagi membuat kabur. Di atas langit masih ada langit. Tidak ada yang bisa melawan kebenaran apalagi hendak mempermainkan kebenaran,” tegas Imbo Tulung.

Di sisi lain, Mardan Yosua Nainatun menambahkan, memperhatikan hasil otopsi yang sudah dikantongi dokter forensik, patut diduga kematian Lucky-Delfi bukan hanya karena perbuatan dua orang yang telah ditetapkan tersangka sebelumnya oleh penyidik. Memperhatikan jasad korban, jelas Yosua, patut diduga ada unsur perencanaan pembunuhan.

Baca Juga :  PH Keluarga, Timbo Tulung Pertanyakan Kinerja Penyidik

Selain itu, patut juga diduga ada keterlibatan pihak lain atas peristiwa meninggalnya Lucky-Delfi.
“Indikasi keterlibatan pihak lain dan perencanaan pembunuhan sangat kasat mata. Kalau penyidik mau obyektif, pasti bisa terungkap. Kalau mau obyektif. Tapi kalau ada kepentingan lain dan sudah masuk angin, hanya Tuhan sa tahu,” tutup Yosua.

laporan : yandry imelson

Komentar