oleh

Keluarga Pertanyakan Luka Terbuka di Kepala Korban

KUPANG – Rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Astrid Manafe dan bayinya Lael Maccabee yang digelar penyidik Ditreskrimum Polda NTT menuai kecaman pihak keluarga korban. Kecaman keras datang dari kakak sulung mendiang Astrid, Jekson Manafe yang merasa tidak puas dengan kinerja penyidik polisi.

Sambil memperlihat dua foto saat korban masih berada di RS Bhayangkara Kupang, Jekson memprotes aparat yang menghalanginya masuk mengikuti rekonstruksi di kediaman saksi David di Jl Perwira, Walikota. Sambil berteriak memperlihatkan foto adiknya yang mengenaskan, Jekson menuding ada ketidakberesan dalam penyidikan penyebab kematian sang adik.

‘’Biar semua tahu, dunia tahu bahwa adik saya tidak mati akibat cekikan, karena ada luka terbuka di kepala. Inikah bukti mati karena cekikan,’’ teriak Jekson Rabu (22/12/21) di depan petugas polisi yang berjaga dan warga yang menonton rekontruksi itu.

Saat ditanyakan soal ini ke kuasa hukum keluarga Manafe, Aditya Nasution mengatakan jika sudah mengirimkan note kepada penyidik Polda NTT terkait hasil rekonstruksi kasus pembunuhan itu. Tanpa merinci, pengacara berbadan tegap itu menegaskan bahwa dalam surat tersebut ada sepuluh point berupa masukan kepada menyidik.

‘’Kita berterima kasih kepada Polda NTT yang melekatkan pasal 340 pada tersangka pembunuhan. Kami berharap penyidik juga mengakomodir surat kami karena keluarga ingin kasus ini terang berderang,’’ tandasnya.

Selain surat yang berisi catatan terjadinya beberapa missing link saat rekonstruksi. Ada bukti-bukti tambahan yang disampaikan untuk membantu penyidik bekerja agar terbuka lebar kasus pembunuhan ini.

Soal beredarnya foto di media sosial memperlihatkan almarhumah Astrid pertama kali ditemukan dan dibawa ke RS Bhayangkara masih mengenakan tas warna coklat. Namun kemudian tas tersebut tidak ada dalam daftar barang bukti, juga menjadi catatan dalam surat yang dikirimkan ke penyidik.

Dalam pra rekonstruksi pekan lalu, tersangka RB alias Randy mengaku kalau tas dan iphone milik korban dibuang di Jembatan Selam. Untuk Iphone dihancurkan terlebih sebelum dibuang.

laporan : yandri imelson

Baca Juga :   Kepala Desa Oelnasi Diduga Terlibat Dalam Kematian Elkana Konis
Baca Juga :   Pencari Keadilan Tuntut Kapolri Bantu Masyarakat NTT

Komentar