Ganjaran Bagi Ganjar

Politik1454 Dilihat

Saat itu, semua pihak, terutama Prabowo Subianto, menunggu keputusan Megawati Soekarnoputri perihal pencapresan. Sebagai yang memutuskan paling akhir, PDI Perjuangan justru datang sebagai pihak yang paling ditunggu keputusannya. Dan keputusan Megawati tersebut, terbukti mengubah banyak peta permainan yang sudah disiapkan oleh partai politik lainnya.

Ketiga, PDI Perjuangan adalah partai politik yang percaya sepenuhnya pada hasil survei yang dilakukan lembaga riset kredibel. Partai yang pernah mengeluarkan list lembaga survei kredibel sebagai rujukan para kadernya ini, kerap menghiasi pemberitaan media massa, bahwa mereka masih menunggu hasil survei. Berdasarkan data riset itulah, PDI Perjuangan memenangkan banyak pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Keempat, sebagai pemenang pemilu dan pilkada di banyak wilayah, PDI Perjuangan terbukti sangat cermat memilih calon yang akan diajukannya. Kendatipun mengalami berbagai dialektika dan konflik internal yang nampak begitu besar.

Dalam kasus Ahok misalnya, bahkan Kantor Pusat DPP PDI Perjuangan, di jalan Pangeran Diponegoro No 58 itu beberapa kali disambangi massa Anti Ahok. Mereka mendesak agar DPP tak mencalonkan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Massa aksi datang dari berbagai kelompok seperti Jaringan Rakyat Miskin Jakarta, Risma Dahsyat, ProRisma, Karisma, hingga Projo Jakarta Pusat.

Keputusan akhir, Ahok maju berbaju PDI Perjuangan. Jika isu SARA terburuk dalam situasi pemilihan langsung tak digunakan, banyak pihak percaya, Ahok tak terkalahkan. Setelah bebas menjalani hukuman, Ahok akhirnya justru memilih PDI Perjuangan sebagai rumahnya, bukan PSI (Partai Solidaritas Indonesia) misalnya, partai yang oleh banyak orang digambarkan paling gigih mendukung pria bernama asli Basuki Tjahaya Purnama tersebut.

Berkaca dari situasi tersebut, meski banyak penolakan pada sosok Ganjar Pranowo, itu tak menyiratkan apapun, selain karena perhelatan masih panjang, PDI Perjuangan semakin terbukti luwes dan lincah memainkan tiap-tiap kartunya.

Baca Juga :   Partai Berkarya NTT Hadiri Rakornas Sentul

Situasi berubah. Di jaman baru ini, kebesaran partai mampu mengerek calon dan kader, juga sebaliknya, kualitas kader mampu mendongkrak kebesaran partai.

Jika PDI Perjuangan sudah membuktikan pada kasus Jokowi, bukan tidak mungkin hal ini akan berulang pada sosok Ganjar. Tinggal bagaimana memainkan kartu secara elegan, agar suara Ganjar tak alami stagnasi pada hasil-hasil survei berikutnya.

Jadi apakah kisruh ini hanya drama belaka? Jika tak ada pihak di luar sana menjadikan Ganjar sebagai nyanyian, bukan tak mungkin, pihak dalam yang memainkan gendang, agar semua orang turut berdendang.

Joaquim Rohi
Magister Political Science, RUDN University, Moscow. Member IRYA (Indonesian – Russian Youth Association)

Komentar