Bahan kemasan dalam pengiriman juga menggunakan zat zat kimia yang semuanya tidak baik untuk kesehatan. Karena itu, sayuran dan buah-buahan impor masih terlihat segar dalam pajangan meski telah lama dipanen. Pasar tradisional menjual produk lokal, kelihatan segar karena baru saja dipanen, pasca panenannya terbebaskan dari rekayasa kimia dan dampak sosialnya jauh lebih baik daripada supermarket, dapat menampung tenaga kerja yang lebih banyak serta produksi petani sekitar.
Belum hilang dari pemandangan mata sejagat, Ibu Negara AS ketika itu, Michelle Obama melakukan gerakan menanam dan makan makanan lokal. Bersama karyawannya, Ia mencangkul lahan di seputar White House, menanam 55 jenis sayuran untuk menggalakkan makan makanan produksi sendiri.
Di Amerika Selatan terbentuk komunitas kelompok tani yang didukung komunitas pembeli. Kelompok itu bernama Community Suported Agriculture (CSA), juga dengan tujuan yang sama.
Masih di Amerika Selatan yakni di Brasilia terbentuk kelompok Vuture Vision Ecological Park yang terdiri dari 22 KK dengan luas 25 ha. Mereka mengelola 4 kolam untuk menangkap air hujan, rawa buatan untuk menangkap nutrisi yang dikembalikan ke pertanian.
Di tempat itu, juga terdapat terapi alami yang sangat murah. Energinya berupa matahari untuk kegiatan memasak, irigasi, penerangan dan lain lain. Semua dibuat secara lokal dan dikelola bersama dalam bentuk koperasi.
Koperasi La Farge Wisconsion dengan 900 anggota mengeluarkan label organik bersegel ketat untuk menjamin keadilan sosial antara produsen dan konsumen. Kelompok ini konsumsi produk pertanian pangan organik produksi sendiri. (*)

























Komentar