oleh

Gapai Posisi Tertinggi, Motivasi Karyawan Saat Sulit

NEXKYNEPA Nuban Bait atau yang akrab disapa Nexky, 46, adalah sosok perempuan asal Kupang, NTT yang boleh dikatakan sukses menggapai karier di Kota Denpasar, Bali. Alumni Faperta Udayana ini dipercaya menjalankan roda kepemimpinan dalam mengelola manajemen restoran Ryoshi grup yang terkenal menyediakan khas Jepang. Di antaranya Ryoshi di Seminyak, Sanur dan Ubud, Ramen Boy di Seminyak dan La-Mien di Ubud.

Ryoshi juga menyediakan hiburan musik jazz. Seperti apa strategi dalam menjaga eksistensi perusahaan saat pandemi Covid-19? Nexky berbagi kiat sukses dengan kupangterkini.com, berikut obrolan singkat dengannya.

Dari Kiri Iwan Neno, Aurell, Nexky dan Gerald
Dari Kiri Iwan Neno, Aurell, Nexky dan Gerald

Menurut Anda kondisi saat ini, berpengaruh kah terhadap perusahaan?
Tentunya sangat berpengaruh karena pandemi Covid-19 ini terjadi di seluruh dunia. Dan Bali yang pendapatan utamanya dari pariwisata sangat terdampak dengan penurunan kedatangan wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik.

Dengan kondisi demikian, adakah karyawan dirumahkan?
Karyawan Ryoshi grup seluruhnya berjumlah sekitar 130 orang dan puji Tuhan sampai saat ini kami tidak merumahkan karyawan, tetapi mengatur jadwal kerja disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Strategi apa yang diterapkan saat masa sulit seperti ini?
Tentunya dengan melihat turunnya omzet penjualan kami seperti halnya semua tempat usaha yang ada di Bali, kami melakukan beberapa hal untuk menekan biaya. Di antaranya kami hanya membuka satu shift kerja untuk mengcover lunch & dinner (sesuai juga dengan jam operasional usaha yang ditetapkan oleh pemerintah Bali). Dan mengurangi jumlah karyawan dalam satu shift. Kami juga mengurangi menu yang tidak begitu laku sehingga tidak perlu menyediakan banyak material yang kalau tidak laku berakibat busuk atau rusak, tentunya ini mengakibatkan kerugian. Kami juga menghemat penggunaan listrik, air dll. Membuat menu promo khususnya untuk pangsa pasar lokal, bekerja sama dengan perusahaan berbasis online seperti gojek dangrab serta promosi melalui media online. Dan yang paling penting juga adalah di setiap tempat usaha kami menerapkan standar cleanliness, health, safety and enviromental sustainability yang dibuat pemerintah untuk pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian Lingkungan di rumah makan. Dan pemerintah melalui Sukofindo akan mengeluarkan sertifikat CHSE dan akan masuk dalam data basepariwisata tempat-tempat usaha yang sudah memenuhi standard CHSE di Bali maupun Indoesia. Seperti rekomendasi pemerintah.

Baca Juga :   Diduga Lakukan Pelanggaran Prosedur, Polresta Denpasar Dipraperadilan

Sebelum pandemi, pengunjung restoran dari mana saja?
Sebelum pandemi sebagian besar pasar restoran kami adalah wisatawan asing sekitar 80 persen dan lokal 20 persen.

Berapa cabang perusahaan yang Anda kelola?
Untuk Ryoshi ada tiga cabang dalam manajemen kami, yaitu di Seminyak, Sanur, dan Ubud. Kami juga mengelola Toko Sakanaya yang menjual bahan-bahan baku makanan Korea dan Jepang serta produk lokal. Dan warung Ramen yg ada di Seminyak dan Ubud. Kami juga bersyukur disaat banyak hotel dan restoran tutup, kami Ryoshi grup tetap buka sampai saat ini.

Apa kiatnya untuk memotivasi karyawan biar semangat?
Ya pastinya, karena situasi ini membuat semua down. Memotivasi staf agar tetap semangat, menjaga kesehatan dan tentunya saat ini kita harus bersama bergandengan tangan dan bekerja sama agar bisa melewati ini semua. Tak lupa berdoa sehingga pandemi cepat berlalu dan pariwisata di Bali bisa normal kembali.

Apa harapan Anda kedepan?
Harapan saya sama seperti semua harapan umat manusia di seluruh dunia saat ini yakni pandemi ini cepat berlalu. Pemulihan yang cepat dan kehidupan bisa normal kembali. (yan imelson)

Komentar