Korban TPPO Asal Amarasi Tak Digaji & Disiksa, Polda NTT Ciduk Pelaku

Hukum & Kriminal5488 Dilihat

KUPANG – Polda NTT berhasil mengungkap kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan tiga tersangka dengan modus penyaluran tenaga kerja ilegal ke Batam.

Korban adalah Irza Nira Wati Loasana, mengalami eksploitasi sebagai pekerja rumah tangga tanpa menerima gaji.

Kasus bermula bermula ketika korban meninggalkan rumahnya di Desa Kotabes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang pada November 2024 dan mencari pekerjaan melalui media sosial Facebook.

Baca Juga :  Kecantol Judi Online, Pria di Kupang Aniaya Kekasihnya

Korban kemudian menghubungi tersangka OAN, yang menawarkan pekerjaan rumah tangga di Batam dengan gaji Rp2,6 juta hingga Rp2,8 juta per bulan.

Baca Juga :  12 Tahun Penjara Menanti Tersangka Pengeroyokan, Paman Korban : Tidak Mengembalikan Anak Kami

Pada 21 November 2024, korban bertemu dengan tersangka OAN di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Setelah dilakukan wawancara secara daring oleh tersangka JY, yang berada di Batam, korban diinapkan di rumah tersangka OAN sebelum diterbangkan ke Batam keesokan harinya menggunakan tiket pesawat yang telah disiapkan oleh tersangka.

Baca Juga :  Kompolnas, Polda NTT dan Polresta Kota Kupang Gelar Kasus Erik Mela

Setibanya di Batam, korban dijemput oleh tersangka JY dan DW, yang kemudian menempatkan korban sebagai pekerja rumah tangga.

Berita Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar