SUMBA – Kejadian mengerikan mengguncang wilayah Sumba. Sebuah aksi pembunuhan tragis merenggut nyawa dua jiwa, seorang ayah dan seorang anak batita, di Kampung Wacubakul, Desa Maderi, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Selasa (21/04) malam.
Korban tewas mengenaskan diketahui adalah MSD (42 tahun), seorang petani, serta seorang batita berusia 2 tahun berinisial KPD.
Menyikapi laporan yang masuk melalui Call Center 110 sekitar pukul 23.55 Wita, Kapolres Sumba Barat, AKBP Yohanis Nisa Pewali langsung memerintahkan jajaran bergerak cepat menuju lokasi.
Tim Gabungan Bergerak Cepat
Sesampainya di lokasi, personel langsung melakukan olah TKP dan evakuasi korban. Tidak membuang waktu, dibentuklah Tim Gabungan dari Satintelkam dan Satreskrim untuk melakukan pengejaran.
Berkat kerja keras dan intelijen yang tajam, identitas pelaku berhasil diketahui. Diketahui pelaku melarikan diri ke arah Sumba Barat Daya.
“Berkat kerja keras dan sinergitas tim, kurang dari 24 jam pelaku berhasil kami amankan. Pada Kamis, 23 April 2026 sekitar pukul 01.10 Wita, kedua pelaku ditangkap di wilayah Sumba Barat Daya tanpa perlawanan,” tegas AKBP Yohanis.
Identitas Pelaku
Dua orang yang berhasil diringkus tersebut berinisial DLJ (47 tahun) warga Wangga Wehingu, dan PLP (32 tahun) warga Mataredi. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang terkait dengan aksi pembunuhan tersebut.
Motif Dendam Pribadi
Dari hasil pemeriksaan sementara, terungkap bahwa motif di balik pembunuhan sadis ini diduga kuat dilatarbelakangi oleh dendam pribadi yang sudah berlangsung lama.
Saat ini kedua pelaku sudah diamankan di Mapolres Sumba Barat untuk menjalani proses hukum yang selanjutnya.
Pesan Penting untuk Masyarakat
Kapolres memastikan kasus ini akan ditangani secara tuntas dan profesional. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang.
“Kami pastikan para pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami juga mengajak masyarakat untuk menyelesaikan setiap masalah dengan bijak, mengedepankan budaya luhur dan jalur hukum, demi menghindari aksi kekerasan yang merugikan semua pihak,” pungkasnya.
laporan: yandry imelson





















Komentar