oleh

Diduga Akibat Rebutan Cewek

DENPASAR – Penikaman terhadap Petrus Sairo Lende, pemuda asal Wewewa, Timur, Sumba Barat Daya, NTT ternyata bukan hanya salah paham soal pinjam meminjam motor. Ada motif lain seperti yang diperoleh kupangterkini.com Jumat(29/1/21).

Menurut Koordinator Jagabaya Gang Ikan Mas, Kelurahan Sesetan,  Made Tantra baik pelaku Wellem Nduni maupun korban, muncul ceksok diduga kuat akibat salah paham masalah cewek. Karena keduanya  sering berkunjung ke kos cewek yang ada di gang tersebut hingga larut malam.

Tantra menambahkan  jika aktivitas keduanya di tempat tinggal cewek yang bekerja di Kafe tersebut sudah mengganggu ketenangan warga yang tinggal di lingkungan sekitar. “Kedua pria Sumba itu tidak tinggal  di Gang Ikan Mas, mereka diketahui kos  di kawasan Taman Sari. Tiga  hari lalu ada laporan warga kepada saya, bahwa sering kali di tempat tersebut ada kegiatan kumpul-kumpul sampai larut malam,” beber Tantra. 

Saat kejadian penusukan itu, Made Tantra  diberitahukan lewat telephone kalau ada keributan di kos tempat cewek yang bekerja di dunia malam itu bermukim. Tantra kemudian datang ke lokasi. Disana dia mendapati kedua pemuda  itu terlhat    saling kejar kejaran meski salah seorang sudah  berlumuran darah.

Bersama  warga yang  ada di situ, lalu mengamankan korban Petrus dan warga lain menangkap  WellemSaat ditanya Welem mengaku kalau dia dan Petrus tinggal di lingkungan Taman Sari, Sesetan dan bahkan tinggal dalam satu kamar kos.

Tantra mengaku mendapat dua keterangan berbeda dari pelaku dan cewek kafe tersebut mengenai motif perkelahian Katanyapelaku mengaku gara-gara sepeda motor yang dipinjam korban disewakan kembali ke orang lain. Sedangkan menurut cewek itu, mereka berkelahi karena sama-sama ingin main ke kosnya.

Baca Juga :   Stunting Suatu Potret Kemiskinan

Made Tantra, menambahkan ada dua cewek pekerja malam yang tinggal di lokasi keributan itu. Keduanya bekerja di salah satu Kafe di Kota Denpasar. “Bahkan sebelum kejadian, ada tetangga yang coba menegur akibat  ribut sampai larut malam, malah dilawan dengan melempari helm,’’ ujarnya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Hadimastika Karsito Putro mengatakan bahwa polisi masih terus mendalami motif peritiwa penusukan itu. ‘’Palaku sudah kami tahan dan tengah menjalani proses pemeriksaan,’’katanya. (shitri satria)

Komentar