oleh

Kupang Kota Anggur

PADA tahun 1960 sampai 1970 kota Kupang tercatat sebagai salah satu kota di Indonesia yang potensi menghasilkan anggur. Waktu itu, kota atau wilayah lain yang menghasilkan anggur adalah Probolinggo, Kediri, Malang di Jawa Timur.

Dalam kurun waktu tahun ’60 sampai ’70an orang Kupang kelihatannya gemar bertanam anggur, beberapa nama penanam angur masih teringat dalam memori saya, adalah om Foeh di Bonipoi memiliki pohon anggur yang di format pada para-para, mantri Riu Rohi depan RSU Kupang juga menanam anggur; berulang kali pak mantri ini memanen anggurnya dalam jumlah yang banyak, saya sendiri memelihara anggur opa John Amalo di Jalan Tom Pello, di Airnona ada bung Wim David, penanam anggur di Kupang tersebar di Kuanino, Bakunase, Oepura juga di Fatufeto, dan masih banyak tempat. Pada tahun ’80an ada seorang penanam anggur di Tarus yang berhasil memelihara anggurnya dengan subur. Pada waktu itu siapapun yang pergi ke Tarus sebelum Jembatan Tarus sebelah kiri dapat melihat anggur subur melata di para-para.

Mengapa anggur dapat tumbuh subur di Kupang? Jawabannya ada beberapa factor alami yang mendukung tumbuh suburnya anggur di kota Kupang; yang pertama iklim kota Kupang merupakan bagian dari iklim daratan pulau Timor yang curah hujannya sedikit-hanya sekitar 4 bulan- dalam setahun. Itu berarti sinar matahari langsung akan lebih lama dalam setahun maupun sehari-hari. Tanaman anggur paling suka dengan kondisi iklim seperti ini. Kedua, dari beberapa sumber pertanian diketahui bahwa tanah Kupang yang berkarang memiliki kandungan kalsium dolomit yang berguna bagi perakaran dan pertumbuhan anggur. Karena kondisi tanah yang berkarang, otomatis menghasilkan media tanam yang porousity (air tidak tergenang). Berbeda dengan kondisi alam di Bogor-Jawa Barat, karena sering turun hujan, maka perlu dibuat atap pelindung. Selain itu perlu kewaspadaan tinggi untuk mengatasi jamur.

Varian anggur yang ditanam di Kupang waktu dulu, bisa dipastikan adalah varian lokal, informasi yang saya peroleh rata-rata adalah varian Isabela(Jestro AG5);Yellow Belgie(Kediri Kuning-buah anggur varian ini masih muda berwarna hijau dan sudah tua berwarna kuning, rasanya manis); Probolinggo Biru 81( Nampak seperti ada tepung putih melapisi kulit buah baik masih muda maupun sudah tua.

Timbul pertanyaan, mengapa Kupang tidak lagi menanam anggur? Mungkin kurang motivasi. Kupang khusunya dan Timor pada umumnya yang berpotensi bagus untuk tanaman anggur telah kalah dengan Bali.Perusahaan Haten Wines Vineyard konon kabarnya memiliki sekitar 50ha tanaman anggur di Buleleng yang khusus untuk pabrik wine;perkebunan anggur Nyoman Grape di Seririt Buleleng menjadi tempat wisata agro.

Dalam kesempatan ini saya merekomendasi beberapa jenis anggur import yang gampang ditanam oleh siapapun di Kupang, anggur import ini bersifat genjah atau mudah berbuah.Jenis atau varian anggur import tersebut antara lain:Jupiter asal Amerika, Transfiguration asal Ukraina; Dixon; Akademik dan Ninel juga asal Ukraina; Banana asal Jepang;Dua varian terakhir ini yaitu Harold dan Taldun adalah varian yang rajin berbuah dan memiliki waktu panen yang pendek.

Cara menanam dan memelihara anggur sudah cukup banyak informasi yang tersedia dan tersaji dengan baik di youtube dan medsos, demikian juga sekarang sudah banyak penjual bibit anggur import, yang bisa mengirim melalui kurir dalam beberapa hari.

Ayo Kupang kembali bergeliat dengan tanaman anggur.(***)

paul amalo/kupangterkini.com

Baca Juga :   Tersangka Dikenai Pasal Pembunuhan Berencana
Baca Juga :   Tanggul Jebol, Petani Terancam Gagal Tanam

Komentar