oleh

Bisa Dijadikan Agrotherapy, Daun Talas Miliki Warna Unik dan Menarik

TANAMAN talas atau keladi dalam bahasa Latin disebut caladium, sangat banyak  jenisnya. Jenis yang berbonggol, umbinya besar, bisa dimasak, direbus, dikukus atau digoreng, bahkan bisa dibuat kolak atau campuran dengan nasi, sebagai sumber karbohidrat yang kaya mineral.

“Jenis yang berbonggol lebih besar lagi bisa digunakan sebagai makanan babi atau ayam. Ada juga jenis keladi yang bisa dimasak daunnya dan batangnya untuk masakan sop, dengan berbagai variasi bumbu dan campuran sayur lainnya,” kata praktisi dan pelaku pertanian organik Indonesia, Dr  Ir  Gede Ngurah Wididana, M Agr kepada kupangterkini.com di Denpasar, Selasa (27/1/21).

Pada musim paceklik seperti sekarang, saat tanaman sayur berkurang, sayur batang keladi bisa jadi menu utama. Batang keladi dicampur dengan berbagai jenis daun dan pucuk tanaman yang disebut jukut antug antugan (berbagai sayur campur serba sedikit dengan kuah).  Jukut antug antugan bisa menjadi sumber protein nabati yang murah meriah untuk melanjutkan hidup sebagai petani di desa.

memandangnya. 2. Daun talas mudah didapat dan murah harganya (Foto: Istimewa)
Daun talas mudah didapat dan murah harganya (Foto: Istimewa)

Tanaman keladi hias dan berbatang munggil dengan aneka variasi warna daun yang unik dan menarik. Karena indah bentuknya, daun dan batangnya sayang dimakan, cukup dinikmati keindahannya untuk kesehatan mata dan hati.

Variasi warna unik dan menarik dari daun keladi terjadi karena persilangan alam selama ribuan tahun. Selain itu, karena adanya daya kreatif manusia yang bisa menyilangkannya melalui teknologi persilangan. Tujuan utama adanya usaha manusia tersebut dapat menghasilkan bibit unggul, unik dan menarik. Semuanya bermuara pada sebuah titik kebahagiaan bagi manusia, diproduksi dan dijual dalam skala besar.

Tanaman keladi yang dulunya hidup liar di hutan, kebun dan di pinggir sungai, kini bertengger di atas pot-pot restoran, meja makan atau di sudut-sudut taman sebagai tanaman hias.

Baca Juga :   Sergey Sobyanin Umumkan Peluncuran Proyek Digital Tutor

Pada alam liar, setiap pagi di atas daun keladi yang lebar ada beberapa tetes embun pagi berhimpun. Air embun itu sangat bermanfaat bagi burung-burung liar, tokek, kadal dan semut untuk diminum. Alam menyediakan air di musim kering kepada mahluk liar di hutan melalui daun keladi yang bisa menghapus dahaga.

Pada zaman modern, di atas meja makan atau meja tamu tak jarang dijumpai  bertengger keladi hias juga berfungsi sama yaitu menghapus dahaga bagi semua jiwa manusia yang kering, jenuh dengan kehidupan modern, ingin kembali ke alam, meminum air embun spiritual dari keindahan daun keladi.

Ada pepatah yang mengatakan seperti air di daun talas yang berarti orang yang tidak tetap pendirian. Air di daun talas mudah bergoyang, tergelincir di atas daun talas yang berlapis lilin. “Air di daun talas bermakna ganda yaitu bermanfaat bagi kehidupan orang lain, indah dipandang mata dan tidak tetap pendirian.

Suatu fenomena atau kejadian di alam sekitar yang bisa dilihat dari dua sisi, tergantung manusia bisa memaknainya, baik dari sisi positif maupun negatif. Lebih dari itu, semuanya bisa memberi makna edukasi bagi generasi terkini dalam bingkai agrotherapy berdaun talas. (alberth kin)

Komentar