oleh

Umbu Praing : Sekalipun Bentrok Dengan Aparat, Aksi Damai Tetap Dilaksanakan

KUPANG – Aksi damai jilid X mencari keadilan bagi Astrid dan Lael kali ini digelar cukup berbeda dari aksi sebelum – sebelumnya. Aliansi kali ini menggelar aksi mereka di jalan Piet A Tallo, bundaran burung Merpati, Kupang.

Korlap LMND Eksekutif Kota Kupang, Umbu Praing yang termasuk dalam gerakan aliansi pencari keadilan saat ditemui kupangterkini.com Rabu (23/3/22) mengatakan bahwa, aksi kali ini memang disengaja mengambil lokasi bundaran burung Merpati karena Presiden akan melalui lokasi tersebut.

“Memang kami sengaja mengambil titik aksi di patung burung karena disaat yang bersamaan pak Jokowi akan melewati jalir ini, harapan kita dari aksi ini adalah Pak Jokowi dapat memberikan atensi dan melihat betapa buruknya penanganan Polda NTT dalam menangani kasus pembunuhan terhadap ibu dan anak,” jelas Umbu.

Karena, menurutnya banyak kekerasan yang terjadi namun penanganan kasusnya mandek di Polda NTT. “Harapan kami besar, jikalau pak Jokowi ingin bertemu dengan kami, kami sangat berharap pak Jokowi mau membuka diri terhadap masyarakat NTT yang sampai hari ini masih mengalami duka yang mendalam terhadap kematian seorang ibu sekaligus anak yang dibunuh secara tragis dan belum ada titik temu bahkan kasusnya masih berjalan ditempat,” ungkapnya.

Umbu juga melanjutkan bahwa aliansi juga sudah mencoba berkomunikasi dengan aparat kepolisian terkait dengan izin menggelar aksi. “Harapannya, kami diberikan ruang untuk kami tetap melangsungkan aksi untuk menyambut beliau (Presiden) walaupun ada tekanan dari aparat untuk melarang aliansi melakukan aksi tetapi kami akan tetap melakukan aksi bagaimanapun caranya karena kami sudah menunggu dari pagi hari hingga sore ini, sekalipun kami harus bentrok dengan pihak keamanan,” tandasnya.

laporan : yandry imelson

Baca Juga :   Terseret Banjir Saat Menyeberangi Sungai Siumate
Baca Juga :   Pelaksana Akui Tak Ada Dinding Penahan Tanah

Komentar