oleh

Sebelum Gugur, Praka Wilson Ingin Pulang Kupang

KUPANG – Praka Marinir Wilson Anderson Here gugur dalam tugasnya sebagai abdi negara dalam penyerangan yang dilakukan Kelompok Separatis Teroris (KST) di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua pekan lalu. Ayah korban menceritakan bahwa beberapa saat sebelum terjadi peristiwa duka tersebut, korban sempat berkomunikasi dengan keluarganya di Kupang.

Ayahanda mendiang, Karel Here bercerita kepada awak media di rumah duka bahwa sebelum kejadian, anaknya mengabarkan dirinya sedang bermain voli. “Dia berkomunikasi dengan kakaknya dan mengatakan bahwa akan datang ke kupang dan bertanya kepada saudaranya apa yang mereka mau minta dan dia akan membawanya,” kisahnya kepada awak media Senin (28/3/22).

Karel mengatakan bahwa sehari sebelum kejadian, Jumat (25/3) ia dan anaknya juga masih berkomunikasi. Selanjutnya, pada saat kejadian, Sabtu (26/3) kakak dari almarhum mendapat telepon dari junior almarhum bahwa ada penyerangan dari KST.

Kakak korban yang menerima informasi tersebut kemudian keluar dari kamarnya dengan keadaan sedih serta menangis dan mengatakan kepada seisi rumah bahwa ada kabar dari tempat tugas almarhum. Kabar dari junior almarhum mengatakan bahwa ada penyerangan dari KST dan komandan mereka meninggal sedangkan Wilson (almarhum) luka ringan sesuai dengan daftar.

“Saya sebagai orangtua bilang, betul atau tidak karena kakaknya masih berkomunikasi dengan Wilson tetapi sebagai orangtua kami berharap walaupun mendapat luka ringan ia mendapat perawatan dari dokter sehingga dapat disembuhkan.

Sesudah itu, kami istirahat dengan kondisi was – was dan tidak lama kemudian informasi yang kami dapat mengatakan bahwa anak kami kritis. Kemudian, setelah kami menunggu, kami ditelepon bahwa Wilson tidak ada bersama – sama dengan kami lagi,” ungkapnya sendu.

laporan : yandry imelson

Baca Juga :   Siswi SMA Itu Terancam Denda Rp 1 Miliar
Baca Juga :   Karel Here : ‘’Keluarga Bersyukur Negara Tak Tinggalkan Kami’’

Komentar