oleh

Pilpres Timor Leste, Ajang Pertarungan CNRT – Fretilin

DILI – Pemilihan Presiden (Pilpres) di Timor Leste, Sabtu (19/3/22) menjadi ajang pertarungan Partai historis Fretilin (Frente Revolusionario de Timor Leste Independente) pimpinan Francisco Guterres Lu Olo – Mari Alkatiri dan Partai Congres Nasional Rekonstruksi de Timor (CNRT) pimpinan Xanana Gusmao.

“Ini adalah pertarungan mean (Merah = Fretilin) dan mutin (Putih = CNRT). Jika, Pilpres ini dimenangkan merah berarti pemerintahan konstitusional ke-8 pimpinan Perdana Menteri (PM) Taur Matan Ruak tetap dalam posisi yang nyaman hingga mandat mereka berakhir pada 2023. Namun, kemenangan itu jatuh di tangan putih berarti ancaman bagi pemerintahan yang berkuasa karena hal pertama yang dilakukan presiden terpilih dari CNRT adalah bubarkan Parlamen Nasional yang dianggap tidak konstitusional,” kata Hugo Lourenco, dosen Universitas Dili (UNDIL) kepada media ini di Dili, Jumat (18/3/22).

Dikatakan, ada beberapa hal yang menjadi dasar untuk bubarkan Parlamen Nasional yaitu Ketua Parlamen Nasional yang sekarang dijabat oleh Aniceto Guterres (Fretilin) dianggap ilegal karena jabatan itu diambil paksa dari Ketua Parlamen Nasional sebelumnya, Arao Noe (CNRT).

Selain itu, Presiden RDTL, Francisco Guterres Lu Olo menolak untuk melantik sembilan (9) menteri dari CNRT tanpa alasan yang jelas. Dua hal inilah yang menjadi dasar bagi Xanana Gusmao untuk mengusung Ramos Horta menjadi Presiden RDTL periode 2022-2027.

Direktur Umum Sekretaris Teknik Administrasi Pemilihan (STAE) mengatakan sejak 11 Maret 2022, pihaknya telah mendistribusikan material Pilpres ke 1.200 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 13 distrik, termasuk luar negeri.
“Kami sudah mendistribusikan material pemilihan presiden sejak 11 Maret 2022. Pendistribusian material Pilpres ini mendapat pengamanan dari aparat keamanan dari kepolisian dan Tentara Nasional Timor Leste,” tuturnya kepada wartawan di Kantor STAE Dili, Jumat (18/3/22).

Dikatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya dari STAE di 13 distrik bahwa semua material pilpres sudah tiba di distrik dalam kondisi baik. Dia menyebutkan total TPS di di dalam negeri dan luar negeri sabanyak 1.200 dengan 1.500 bilik suara. Sedangkan jumlah pemilih sebanyak 859.613 dan luar negeri 7.113 dengan perincian Australia (1.487), Korea Selatan (1.277), Inggris (2.203), Irlandia (1.290) dan Portugal (856).

Situasi terakhir di Kota Dili dan 12 distrik lainnya menjelang Pilpres berlangsung aman dan terkendali. Aparat keamanan dari kepolisian dan militer bersiaga di ibu kota Dili karena pemilih terbanyak berada di kota Dili. Sementara sejak pukul 15.00 WTL hingga malam hari Dili terus diguyur hujan lebat.

Laporan : Nela Mali (Dili)

Baca Juga :   Horta dan Lu Olo di Dili, Lere Pilih di Lospalos
Baca Juga :   Horta - Lu Olo Tarung Lagi, Berebut Posisi Presiden Timor Leste

Komentar