oleh

Rumah Impian Nona Welkis Mulai Dibangun

KUPANG – Bertujuan mencari pekerjaan di kota Kupang, untuk memperbaiki ekonomi keluarga serta membantu orangtuanya memperbaiki rumah yang hampir roboh. Almarhumah Yuliana Apryani Welkis, 19 korban kekerasan seksual dan pembunuhan yang terjadi Jumat (14/5) belum bisa mewujudkan cita – citanya.

Almarhumah sendiri merupakan anak nomor dua, dari delapan bersaudara, mereka tinggal dalam rumah sederhana, beratap rumbia, berdinding papan serta bebak dan berlantai tanah. Rumah tersebut pun sudah mulai lapuk dimakan waktu, bahkan sudah miring sebagian akibat terjangan badai seroja beberapa waktu lalu.

Kini almarhumah telah tenang dialam baka, impiannya untuk membahagiakan orangtua terkubur bersama jasadnya, kisah pilu yang dialami keluarga almarhumah membuat banyak warga yang bersimpati dan turut merasakan kesedihan dengan keadaan tersebut. Mereka akhirnya bahu – membahu ingin mewujudkan cita – cita mulia almarhumah dengan membangun rumah impian untuk kedua orang tua tercinta.

Kepada kupangterkini.com Senin (31/5/21) Jeftha Van Sooai anggota DPRD kota Kupang Fraksi PSI, salah satu penggerak dan donatur yang memotori kegiatan membangun rumah impian almarhumah menyatakan bahwa, tujuannya tidak ada kepentingan politik apapun, politik 2024 masih jauh dan juga bukan dapilnya. “Disini saya lebih menarik benang merahnya bahwa ini adalah panggilan hati dan kemanusiaan,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa, solidaritas dan rasa kemanusiaan tergambar jelas bahwa NTT solidaritasnya sangat tinggi. “Dimana pemuda – pemudi GMIT bisa membangun rumah impian dari almarhumah Nona Welkis, ini suatu hal yang luarbiasa,” ujarnya.

Oleh karena itu Jeftha sangat mendukung pemuda – pemudi GMIT dalam menjalankan misi sosial seperti ini. “Kita beragam tapi kita tetap satu, solidaritas seperti ini jarang di temui di setiap daerah, terkhusus di NTT ini bisa terjadi,” tambah Jeftha.

Baca Juga :   African Swine Virus Serang Ternak di Kota Kupang

Ia menjelaskan bahwa banyak donatur yang sudah membantu dengan menyumbang berbagai macam bantuan. “Yang menjadi luar biasa, rumah belum selesai dibangun namun sudah ada yang menyumbangkan satu set kursi sofa, ” tambahnya.

Adapun bantuan yang tersedia saat ini berupa, pasir dan batu kali dua truck, semen 50 sak, serta seng 100 lembar. “Kebutuhan selanjutnya adalah penambahan beberapa material yaitu, seng, pasir, semen, besi beton, kusen serta keperluan pembangunan lainnya,” rincinya.

Sebagai salah satu penggerak dan donatur, Jeftha berharap semua elemen masyarakat dapat berpartisipasi. “Apabila ada donatur yang ingin berpartisipasi dapat menghubungi koordinator yang nomor kontaknya sudah tertera lengkap dan jelas di sejumlah postingan media sosial, sehingga dapat mengurus semua sumbangan yang masuk,” tandasnya .

laporan : yandry imelson

Komentar