Petani Perbaiki Sendiri Saluran Irigasi

Berita Kota2025 Dilihat

OELAMASI – Petani Desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang bergotong royong memperbaiki tanggul irigasi yang jebol.

Curah hujan yang tinggi, membuat saluran irigasi menuju persawahan di kawasan Tetekolo, rusak tergerus air yang melimpah.

‘’Kami harus kerjakan sendiri tanggul yang rusak untuk mengairi sawah yang sudah mulai ditanami,’’ jelas Aksen Marabidjala, ketua petani Tetekolo, Kamis (11/2/21) siang.

Baca Juga :  Masyarakat Demo Dana Seroja, Bupati Yos Lede : Tidak Dicairkan BRI, Lapor & Pidanakan
Dinding saluran irigasi yang dibuatkan pemerintah, sebagian sudah rusak akibat termakan usia. (foto: istimewa)
Dinding saluran irigasi yang dibuatkan pemerintah, sebagian sudah rusak akibat termakan usia. (foto: istimewa)

Sebanyak 20 petani bahu-membahu, bergantian mengangkut tanah untuk dijadikan penahan bagi saluran irigasi menuju persawahan seluas 30 hektar tersebut. Sudah tiga hari pengerjaan itu dilakukan tanpa bantuan aparat.

Baca Juga :  Bocah 8 Tahun Saksikan Ibunya Terseret Banjir

‘’Kami berharap pemerintah bisa membantu mengerjakan saluran air dan tanggul secara permanen. Saluran yang saat ini ada sudah termakan usia jadi gampang jebol,’’ ujar Aksen.

Permintaan bantuan kepada pemerintah Kabupaten Kupang itu dikarenakan saat musim tanam selain masalah pengairan, petani didera persoalan pupuk, bibit tanam dan obat-obata.

Baca Juga :  Guru SMAN Oesao, Kupang Timur Reaktif Covid-19

Harga pupuk sudah melonjak, dari semula Rp. 100 ribu, kini sudah naik mencapai Rp. 122.500 per kantong.

(yandri imelson/kupangterkini.com)

Berita Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar