Rekonstruksi Kekerasan Anak Dibawah Umur hingga Meninggal, Tersangka Berlagak Tengil

Hukum & Kriminal192 Dilihat

OELAMASI – Polres Kupang melakukan rekonstruksi peristiwa dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan meninggal dunia pada Rabu (07/01/2025) pukul 09.00 Wita. Kegiatan dipimpin oleh anggota penyidik pembantu Sutrisno bersama Christianto Duil di halaman Polres Kupang.

Tersangka dalam kasus ini adalah Koresi Massu 23 tahun, warga desa Oebola, Kecamatan Fatuleu yang diduga melakukan pelanggaran sesuai Pasal 76C jo Pasal 80 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, serta Pasal 338 KUHP. Peristiwa diduga terjadi pada Selasa (14/10/2025) sekitar pukul 04.00 Wita di RT 007/RW 003, Kampung II, Kecamatan Fatuleu.

Pantauan kupangterkini.com, berdasarkan hasil rekonstruksi diketahui bahwa pada Senin (13/10/2025) sekitar pukul 18.00 Wita, korban bersama Artha Ronaldi Sole serta Iron Riselghi Sole dan Brandi Gardiandi Utan berada di depan rumah Timotius Utan. Kemudian sekitar pukul 21.00 wita, mereka bersama Alfa Adrian Sanu masuk ke dalam tenda acara dan minum minuman keras di sebelah kanan rumah tersebut.

Baca Juga :  Aipda Amsal Ditempatkan di Tempat Khusus Propam Polda NTT

Setelah acara selesai pada Selasa (14/10/2025) sekitar pukul 03.00 Wita, tersangka Alfa Adrian Sanu pergi ke arah motor yang diparkir di pinggir jalan raya depan rumah Yan Utan. Sedangkan Korban bersama Artha dan Iron kemudian mencabut lampu dalam tenda, lalu berjalan ke arah motor dengan membawa kotak besar alat mixer dan lampu.

Setelah sampai di depan rumah Yan Utan, korban menaiki motornya dan menaruh kotak mixer di depan motor. Saat bersamaan dengan Alfa Adrian Sanu yang berdiri di samping kiri, mereka melihat Iron Riselghi Sole dan Brandi Gardiandi Utan berjalan ke arah depan rumah Yan Utan.

Saat itu, Alfa Adrian Sanu meneriakkan kata-kata kasar “basong bajingan di sini?”, membuat kedua orang tersebut menurunkan kotak yang mereka pegang ke tanah dan masuk ke dalam tenda acara sambil meninggalkan korban yang masih berdiri memegang lampu di depan rumah Yan Utan. Korban kemudian memarkirkan motornya, turun, dan berjalan ke arah kotak yang diletakkan Iron Riselghi Sole dan Brandi Gardiandi Utan.

Baca Juga :  Keluarga Berharap Hukuman Setimpal

Saat mendekat, Alfa Adrian Sanu mendorong korban sambil meneriakkan kata-kasar dan mencoba menendangnya, namun tidak mengenai korban sehingga tersandung dan terjatuh. Korban kemudian menahan tubuh Alfa Adrian Sanu.

Melihat kejadian tersebut, tersangka Koresi Massu berjalan ke arah korban sambil mengambil pisau yang disembunyikan di dalam baju kemejanya di pinggang kiri. Tersangka kemudian menikam perut kanan korban sebanyak satu kali menggunakan tangan kanan secara lurus, lalu mencabut pisau dari tubuh korban.

Setelah itu, tersangka langsung berjalan mundur menuju motor milik Alfa Adrian Sanu yang diparkir di seberang jalan, meninggalkan Alfa Adrian Sanu yang masih duduk di tanah. Artha Ronaldi Sole yang melihat kejadian tersebut mengatakan kepada tersangka “Koresi lu tikam be pung adik”, kemudian korban meminta bantuan dengan mengatakan “Ka Naldi beta kena tikam tolong bawa beta ke rumah sakit beta sonde tahan lai” sambil berjalan mundur.

Baca Juga :  Dua Laporan Polisi Tak Kunjung Diproses Polres Kupang

Tersangka melihat korban memegang perutnya lalu berlari ke arah motor, naik motor dan memanggil Alfa Adrian Sanu. Kedua orang tersebut kemudian menggunakan motor untuk kabur dari tempat kejadian dengan tersangka yang membawa motor dan Alfa Adrian Sanu duduk di belakangnya.

Korban kemudian menaruh kotak lampunya di tanah, mendekati Iron Riselghi Sole dan Brandi Gardiandi Utan untuk merangkul mereka, lalu berjalan ke tenda acara melalui sebelah kiri rumah Yan Utan sambil memegang perut kanannya yang mengeluarkan darah. Saat berada di dalam tenda, Artha berteriak “Rizal kena tikam”.

Korban kemudian berjalan sendiri ke arah pintu belakang rumah David Utan, bersandar di tembok ruang makan, lalu duduk di tanah. Iron Riselghi Sole dan Brandi Gardiandi Utan kemudian mengangkat korban ke dalam mobil pickup dan membawanya ke RSUD Naibonat dan adegan pun berakhir.

laporan : yandry imelson

Berita Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar