OELAMASI – Persoalan ketersediaan air yang sulit dialami para petani di wilayah Dalam Kom, Kelurahan Babau memicu konflik yang berujung pada tindakan penganiayaan. HAL, seorang petani Dalam Kom melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Kupang dengan nomor LP/391/III/2026/Skt.Ptpolres/Polda NTT.
Informasi yang dihimpun kupangterkini.com, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, (30/9/2026) sekitar pukul 08.30 Wita di dekat sawah milik HS. HAL sebagai pelapor menyebutkan bahwa ia terlibat permasalahan terkait akses air yang terbatas sehingga memicu pertikaian.
Mulanya, korban sedang mengisi air di sawahnya menggunakan pompa air. Tak mengetahui hal tersebut, HS dengan santainya turut memakai air hasil pompa yang mengalir lewat sisi sawahnya.
HAL sempat mempertanyakan kepada pelaku HS kenapa ia memakai air kesawahnya yang diusahakan HAL. Disinilah terjadi cekcok akibat korban naik pitam dengan tindakan pelaku.
Pelaku yang tidak terima dikasari oleh korban kemudian mengambil sabit mikilnya yang tersimpan di jok motor dan langsung menyerang korban sebanyak dua kali di bagian tangan. Akibat serangan tersebut, HAL mengalami luka cukup serius dengan mendapatkan 13 jahitan.
laporan : yandry imelson
