Bakunase II Kurang Penerang Jalan, Bis Sekolah, Jalan Rusak Berat & Susah Pupuk Subsidi

KUPANG – Menutup rangkaian kegiatan Reses III pada Rabu (5/8) anggota DPRD Kota Kupang Mokris Lay menyambangi warga di RT 16/RW 5 Kelurahan Bakunase II. Di awal pertemuan, ia menegaskan pentingnya momen reses ini sebagai wadah agar warga bebas menyampaikan segala aspirasi, keluhan, harapan, sehingga dapat dibawa dan diperjuangkan.

Dalam pantauan kupangterkini.com, warga membuka berbagai kesulitan yang dirasakan sehari-hari. Mulai dari akses jalan masuk yang rusak parah, penuh batu dan berdebu, saluran air irigasi pertanian banyak yang rusak hingga lingkungan yang gelap gulita karena sangat minim lampu penerangan jalan.

Tak hanya itu, banyak keluarga kurang mampu yang sangat mengharapkan perhatian berupa program pemberdayaan petani, dukungan bagi usaha mikro kecil menengah, serta bantuan pendidikan bagi anak-anak agar bisa terus bersekolah.

Secara khusus, Samuel Benu menyampaikan keluhan pedih para petani, pupuk bersubsidi sudah sulit didapatkan selama dua tahun berturut-turut, padahal di wilayah Bakunase II ini tanaman sayur dan jagung menjadi tumpuan hidup warga. “Selain itu penyuluh pertanian sering datang, memberi rekomendasi jenis obat hama wereng namun hasilnya tidak pasti. Kami petani hanya rugi buang biaya percuma tanpa solusi nyata,” ungkapnya.

Masalah lain yang memberatkan, tidak ada kendaraan angkutan sekolah, sehingga anak-anak hanya bergantung pada jasa ojek. Kondisi ini akan sangat menyulitkan bahkan menghambat bersekolah saat musim hujan tiba.

Ditambah lagi kelangkaan solar yang dibutuhkan untuk keperluan usaha tani. Warga memohon agar dibuka pangkalan khusus agar mudah mendapat pasokan.

Mendengar sederet persoalan itu, Mokris menyimak dengan serius dan memberikan penjelasan serta janji jelas. Terkait solar, ia menjelaskan tidak dapat dijual sembarangan, namun siap membantu mengoordinasikan bersama kelurahan dan dinas terkait agar petani, nelayan maupun pelaku usaha dapat memperoleh surat rekomendasi resmi untuk membeli langsung dari SPBU.

Untuk kekurangan kendaraan sekolah, beliau menyampaikan layanan bus sekolah belum sepenuhnya diserahkan ke pemerintah kota, namun hal ini sudah dipertanyakan ke Dinas Perhubungan dan akan segera dilaporkan kepada Ketua Komisi agar diprioritaskan penanganannya. “Jangan pernah putus asa demi masa depan anak-anak, tetap semangat bersekolah, saya akan berjuang sekuat tenaga agar hal ini segera teratasi,” ucapnya.

Sementara soal lingkungan gelap tanpa lampu jalan, Mokris sepakat dan akan mendorong pihak kelurahan segera melakukan pendataan menyeluruh agar kebutuhan penerangan dapat diproses dan dilengkapi secepatnya. “Semua persoalan jalan rusak, saluran irigasi, kebutuhan pertanian dan bantuan kesejahteraan akan didesak agar mendapat perhatian serius pemerintah demi kehidupan warga Bakunase II yang lebih baik dan sejahtera,” tandasnya.

laporan : yandry imelson